Virus Korona Tembus Kantor DPRD Sulut, 58 Orang KERT Segera di Swab

oleh -
Dokter Steaven Dandel. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO- Corona virus disease 2019 (Covid-19) atau virus korona tembus Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Sekretaris Glady Kawatu positif virus korona. Pun, sekira 58 orang yang Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) segera dilakukan swab, Senin (12/10/2020).

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr Steaven Dandel mengatakan, Sekretaris DPRD Sulut yang sebelumnya telah mengumumkan bahwa dirinya positif Covid-19.

“Beliau dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala ringan dari Covid-19,” tegas Dandel, kepada KORAN SINDO MANADO/SINDOMANADO.COM, Minggu, (11/10/2020).

Menurut dia, kami melakukan pendataan terhadap KERT dengan beliau, hingga saat ini ada sekira 58. Senin besok (hari ini) akan dilakukan swab.

“Tapi jumlah orang yang akan dilakukan swab  bisa bertambah dilokasi. Beliau masuk kerja pada hari Senin pekan lalu. Oleh karena itu, sesuai protap yang ada, pelaksanaan swab bagi mereka yang berada dalam jarak kurang dari dua meter atau sebagai KERT harus dilakukan tujuh hari pascapaparan,” jelas dia.

Lanjut Dandel, terkait dari siapa penularannya belum bisa memastikannya, karena kesibukan Kawatu sebagai Sekretaris DPRD Sulut dan potensi kontak yang banyak sekali.

“Pada kasus dimana tidak dilakukan PSBB dan adanya penularan lokal, susah sekali mencari sumber penularan. Bisa saja di kantor, di rumah atau kalau sempat jalan-jalan kemana mana dan mampir ditempat yang tidak menetapkan protokol kesehatan, maka bisa terjadi penularannya,” beber dia.

Dia menambahkan, satgas tidak lagi fokus pada sumber infeksinya, tapi kepada siapa yang mungkin sudah sempat tertular dari beliau. Itu yang lebih penting. Oleh sebab itu, penerapan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer merupakan hal utama dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah seperti Bumi Nyiur Melambai yang tak menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Ada kepentingan ekonomi yang teramat penting yang juga berat kalo terus-terus lockdown. Jadi disiplin protokol teramat penting,” pungkas Dandel. (Fernando Rumetor)