Tim Macan dan Paniki Polresta Manado Bekuk Komplotan Pencuri Lintas Provinsi

oleh -
Dua pelaku (duduk) curas lintas provinsi, saat diamankan Tim Opsnal Macan & Paniki. (sindomanado.com/deidy wuisan)

MANADO — Tim Macan dan Paniki Polresta Manado berhasil membekuk dua anggota komplotan pencuri lintas provinsi.

JP alias Jupriadi 28, warga Kelurahan Pasar Manggis, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan dan MS alias Muhamad, 30, warga Desa Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Ogan Ilir kini diamankan di sel tahanan Polresta Manado. Informasi dirangkum sindomanado.com, kedua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) ditangkap di Desa Wori, Kecamatan Wori, Minahasa Utara, sekira pukul 20.00 Wita, Rabu (18/11/20).

Kronologi penangkapan itu bermula saat pelapor Nathalia moningka, 19, warga Kelurahan Kayawu, Tomohon dan Novindri Lendo, 20, warga Kelurahan Kawangkoan Barat, Minahasa Selatan, mengambil uang tunai sebesar Rp300 juta di Bank BNI Pusat Manado, sekira pukul 08.15 Wita, Rabu (18/11/20) untuk disetorkan ke kantor PT PNM Mekar Cabang Wori.

Pelaku yang sudah mengincar kedua korban sejak dari bank lantas membuntuti sampai ke TKP. Diketahui korban menyimpan uang hasil transaksi di jok motor dan di tas. Setibanya di kantor PT. PNM kedua korban memarkir kendaraan di halaman kantor. Sesaat kemudian kedua pelaku datang berpura-pura menanyakan lokasi bandara. Melihat kedua korban lengah pelaku yang mengincar uang di jok motor korban lantas membongkar jok motor tersebut.

Melihat kejadian itu, pelapor berteriak dan kedua pelaku lari dengan menggunakan sepeda motor matic. Kedua pelapor pun langsung memutuskan melapor ke kantor Polsek Wori dan melapor.

Mendengar adanya kasus curas, Tim Team Macan berkolaborasi dengan Tim Paniki Polresta Manado serta Polsek Wori yang dipimpin Kanit Buser Ipda Bintang Yudha Gama, langsung melakukan pengambilan bahan dan keterangan (Pulbaket). Alhasil, melalui keterangan pelapor, tim berhasil mengetahui ciri-ciri pelaku. Tim pun bergegas, mencari tempat persembunyian kedua pelaku. Setelah melakukan pencarian, diperjalanan tim berpapasan dengan kedua pelaku dan langsung dicegat. Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga kedua pelaku terjatuh.

Walau sudah terjatuh, pelaku terus melarikan diri hingga masuk ke hutan. Namun, karena kesigapan anggota Polresta Manado. Kedua pelaku berhasil dibekuk oleh Tim Macan dan Tim Paniki. Sayangnya, saat mencari barang bukti (babuk) kedua pelaku masih saja berusaha melarikan diri. Tim kepolisian terpaksa menghadiahi keduanya dengan timah panas dan digiring ke Polresta Manado.

“Saat melakukan pengembangan para pelaku mencoba melarikan diri. Sehingga anggota memberikan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan kaki kedua pelaku,” ujar Kanit Buser Ipda Bintang Yudha Gama.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Tommy Aruan, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan kedua pelaku curas.  “Modus kedua pelaku ini mengikuti nasabah dari bank. Diketahui mereka merupakan residivis dan sudah beraksi di beberapa provinsi,” tutur Aruan.

Lanjutnya, mereka sudah diserahkan ke Polresta Manado untuk diproses sesuai hukum berlaku. “Babuk yang diamankan dari tangan kedua pelaku berjumlah Rp34,7 Juta. Mereka akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun,” pungkasnya. (deidy wuisan/get)