Aksi “Ngebet” Kapolres Minahasa Tenggara Ingin Divaksin

oleh -
Kapolres Mitra (Mitra) AKBP Rudi Hartono saat disuntik vaksin. (FOTO: Istimewa)

RATAHAN- Ada hal menarik dalam kegiatan pencanangan Vaksinasi Covid-19 yang digelar pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) di Rumah Sakit Mitra Sehat, Senin (1/2/2021).

Pemberian Vaksin tahap pertama yang diprioritaskan bagi unsur Forkompimda diawali dengan proses skrining atau uji kondisi calon penerima Vaksin. Kapolres Mitra (Mitra) AKBP Rudi Hartono mendapat giliran ketiga setelah Bupati James Sumendap dan Wakil bupati Yoke Legi.

Dirinya memang sejak awal memastikan jika ingin menjadi salah satu orang yang bisa menerima Vaksin Covid jenis Sinovac ini. Sayangnya hasil skrining, membuat dirinya belum bisa melakukan vaksin.

Alasannya, hasil ukur tekanan darah menunjukan angka melebihi maksimal 140 sebagaimana syarat bagi calon penerima Vaksin. Sontak hal tersebut membuatnya geleng-geleng kepala. Saat disambangi wartawan, dirinya pun mengaku penasaran.

“Dari kantor tadi sudah siap. Eh bisa naik gini tekanan darahnya ya,” celetuknya. Terusik dengan rasa penasaran, dirinya kemudian meminta untuk melakukan skrining ulang. Hasil kedua pun tetap sama. Dirinya belum bisa divaksin akibat tekanan darah masih diatas syarat yang ditetapkan.

Tak sampai di situ, Kapores pun meminta sedikit waktu sesaat untuk merilekskan badan. Seragamnya dibuka sambil memilih duduk diluar ruangan berangin sambil mengebas tubuh. Siang itu memang kondisi cuaca sedang panas terik. Seragamnya dibuka tertinggal kaos oblong.

Hanya berselang sekira satu jam, dirinya kemudian meminta untuk ketiga kalinya di skrining sambil berharap alat ukur tekanan darah bisa turun. Namun apa jadinya. Hasil alat ukur masih saja menunjukan angka diatas 140.

Aksinya tersebut pun ikut mengundang senyum para tenaga kesehatan yang bertugas. Mereka melontarka candaan mematik tawa seluruh ruangan. “Pak Kapolres sudah ingin cepat-cepat divaksin, tapi mungkin kelelahan. Butuh istirahat,” celetuk canda salah satu tenaga kesehatan.

Baru kemudian, Selasa (2/1/2021) keesokan harinya, Kapolres kembali mengajukan diri di skrining untuk keempat kalinya. Alhasil kali ini, Kapolres dinyatakan layak untuk dilakukan Vaksinasi. Terpisah Dokter Ahli Penyakit Dalam Rumah Sakit Mitra Hebat, Primo Memah mengungkapkan langkah skrining memang wajib dilalui oleh para calon penerima Vaksin. Hal tersebut untuk mengetahui persis kondisi fisik dan mengidentifikasi riwayat penyakit Calon penerima Vaksin.

“Jadi ada tiga kategori. Yang pertama ada yang sudah langsung layak di Vaksin setelah di Skrining. Kemudian ada yang belum tapi bukan berarti tidak bisa. Untuk kategori ini seperti disaat skrining tekanan darah naik. Tapi sewaktu-waktu bisa turun maka sudah bisa di vaksin,” terang dokter Primo.

Selanjutnya kata dia, untuk kategori ketika adalah orang yang memang tidak bisa menerima vaksin. Ini bagi mereka yang mengidap penyakit koroner jantung, penyakit dengan infeksi akut. (Marvel Pandaleke)