Konsumsi Pertalite di Manado Meningkat hingga 70%

oleh -
Tampak pengendara sepeda motor mengantri untuk mendapatkan Pertalite yang dijual seharga Premium di salah satu SPBU di Kota Manado, kemarin. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO – Program Langit Biru yang dijalankan Pertamina bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Kota Manado lewat program Pertalite yang dijual seharga Premium ternyata cukup diminati masyarakat.

Buktinya, sebulan lebih setelah pelaksanaan program ini, konsumsi Pertalite di ibu kota Provinsi Sulut itu naik hingga mencapai 70%. Hal itu disampaikan oleh Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan.

“Data update per 4 Maret 2021, untuk Premium itu 20%, lalu Pertalite di angka 71%, sisanya hampir 10% itu Pertamax,” ujarnya saat dihubungi, kemarin. Diketahui, ada 15 SPBU se-Kota Manado yang menjual Pertalite dengan harga Premium.

Lebih lanjut dikatakan Taufiq, data itu menunjukkan adanya pergeseran konsumsi masyarakat untuk menggunakan bahan bakar berkualitas seperti Pertalite dan Pertamax.

“Masyarakat sangat antusias, terbukti dari beberapa testimoni yang merasa terbantu karena program ini,” bebernya.

Program Langit Biru sendiri memang ditujukan untuk masyarakat yang betul-betul membutuhkan promo ini seperti angkutan kota (Angkot), pengemudi ojek online, kendaraan roda dua lainnya, lalu taksi plat kuning, serta kendaraan roda tiga seperti bentor.

Pihaknya pun, kata Taufiq, telah melaporkan perkembangan dari program ini kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan mendapat sambutan yang positif. Bahkan Gubernur Olly menyampaikan agar program ini bisa diperluas ke Kabupaten/Kota lainnya di Sulut.

“Tapi sekali lagi kita sampaikan bahwa sebenarnya program ini hanya promo sebagai pancingan agar masyarakat mulai berpindah. Ini sifatnya sementara, dimana kita ingin memberikan pengalaman berkendara kepada masyarakat supaya bisa merasakan bahan bakar yang lebih berkualitas,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan beberapa pabrikan kendaraan bermotor mulai mengeluarkan produk baru yang mensyaratkan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan yang tinggi. “Intinya lewat program ini kita ingin mengedukasi masyarakat untuk menggunakan bahan bakar yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan,” paparnya.

Ia pun berharap masyarakat Sulut pada umumnya serta masyarakat Kota Manado pada khususnya dapat mempertahankan untuk menggunakan bahan bakar berkualitas ini serta merasakan betul manfaatnya terhadap kendaraan yang digunakan sehari-hari.

“Perlu dipahami bahwa ini promo, bukan artinya turun harga. Promo ini tentunya akan berlangsung sementara, tetapi kami berharap masyarakat dapat terus beralih ke bahan bakar berkualitas seperti di kota-kota lainnya di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemprov Sulut pun menghimbau kepada seluruh Pimpinan Daerah di Sulut untuk turut serta mendukung ini di wilayahnya, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulut, Marly E. Gumalag mendukung penuh Pertamina dalam melaksanakan Program Langit Biru.

“Kami mengapresiasi upaya Pertamina memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam penggunaan bahan bakar minyak yang berkualitas dan ramah lingkungan. Sehingga diharapkan kualitas udara yang lebih baik dapat kita jaga bersama,” ujar Marly.

Dirinya menyebut bahwa kualitas udara secara umum di Sulut masih tergolong baik. Namun menurut Marly, masyarakat Sulut harus bersama-sama mewujudkan dan mempertahankan kualitas udara ini untuk terus baik dan menjadi sangat baik.

“Oleh karena itu, DLH Sulut terus berupaya mengendalikan pencemaran udara serta mendorong dan mengajak masyarakat untuk menggunakan bahan bakar minyak yang berkualitas serta ramah lingkungan,” tambahnya. (Fernando Rumetor)