Bupati Sangihe Bantah Terlibat dalam Pemberian Izin Tambang Emas

oleh -
Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana. (FOTO:Istimewa)
TAHUNA – Memanas penolakan masyarakat terhadap kehadiran PT Tambang Emas Sangihe (TMS) yang akan beroperasi mengelola kawasan pertambangan di Sangihe.

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, membantah dirinya terlibat dalam perizinan tambang tersebut, setelah muncul tudingan miring bahwa bupati ada andil dalam meloloskan izin PT TMS di Sangihe. “Saya tidak terlibat dengan investor Tambang Emas itu” ujar Gaghana, belum lama ini.

Kemudian, kata bupati, sejauh ini baru tiga investor yang masuk ke Sangihe, lalu ada dua investasi yang ditandatangani olehnya, yakni PT. Nucla Agro yang mengolah produk kelapa di Kalasuge dan PT. Jasa Tirta Energi dan PT. Renewable Energy First yang menangani tenaga listrik tenaga Hybrid di Tamako. “Jadi urusan tambang saya tidak mengetahuinya,” jelas bupati.

Lanjut dia, persoalan izin pertambangan itu antara investor dengan pihak pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM sehingga pemerintah daerah tidak ada andil di dalamnya. “Perlu diketahui izin perusahaan tambang emas itu langsung dari Kementerian ESDM bukan dari pemerintah daerah, jadi tudingan itu tidaklah benar,” pungkas Gaghana.

Sementara itu, Jul Takaliuang aktivis yang menolak kehadiran PT TMS mengatakan jika pihak perusahaan tetap akan melanjutkan proses penambangan maka otomatis masyarakat Sangihe dipastikan akan bergerak melakukan penolakan karena merusak lingkungan. “Untuk diperhatikan bahwa masyarakat saat ini siap melakukan aksi apabila perusahaan tambang emas akan melakukan penambangan semoga pemerintah daerah juga sama-sama menolak kehadiran PT TMS di Sangihe,” kunci Takaliung. (Andy Gansalangi)