Implementasikan Budaya Mapalus, IWO Sulut Bantu Anak-Anak di Pusat Kanker Anak Estella

oleh -
Tampak IWO Sulut bersama perwakilan sponsor menyerahkan bantuan di Pusat Kanker Anak Estella di RSUP Prof Kandou Manado, Rabu (7/4/2021). (Foto: Istimewa)

MANADO – Sebagai wujud pengimplementasian budaya Mapalus secara nyata, Ikatan Wartawan Online Sulawesi Utara (IWO Sulut) melaksanakan bakti sosial ke-4 di tahun 2021.

Mengusung tema kegiatan yakni “Senyum untuk Estella”, bakti sosial kali ini berlokasi di Pusat Kanker Anak Estella di RSUP Prof Kandou Manado pada Rabu (7/4/2021).

Menariknya, konsep bakti sosial yang diusung mengangkat budaya Mapalus yang kita ketahui merupakan bagian dari local spirit dan local wisdom dari masyarakat Minahasa sejak lama.

Dengan kata lain, IWO Sulut selaku penyelenggara bakti sosial, dibantu oleh para sponsor yaitu Aice, PT Daya Adicipta Wisesa (DAW), CV Diagram (peralatan mewarnai dari Kiky), iBis Manado City Center Boulevard.

Juga Megamall Manado, Konicare, GenPI Sulut, Baby Zack, Becca, KLR dan Tropicana Slim bergotong-royong mengumpulkan bantuan sesuai kebutuhan para anak-anak dan tim medis di Estella.

Bantuan yang dibawa antara lain, buku-buku untuk mewarnai, pensil warna, susu dan es krim untuk anak-anak, pendamping dan tim medis, masker medis, coklat, minyak telon Konicare aroma Lavender dan makanan ringan.

Ketua IWO Sulut Jeane Rondonuwu mengatakan bahwa sejak awal tim kerja sudah sepakat untuk mengangkat lagi budaya Mapalus karena jika dilakukan bersama-sama dengan niat yang baik maka hasil yang diperoleh bisa lebih maksimal.

“IWO Sulut dan para sponsor yang luar biasa sudah membuktikan itu. Persiapan baksos ini hanya singkat, tapi karena kerinduan dan semangat untuk ba mapalus atau bahasa kekiniannya patungan itu besar, maka Senyum untuk Estella boleh terlaksana dengan segala baik,” ujar Jeane.

Informasi yang diterima dari tim kerja, ternyata banyak kisah menarik yang diperoleh selama persiapan bakti sosial Senyum untuk Estella, diantaranya, ada permintaan dari tim kerja kepada sponsor yang awalnya dinilai lucu karena terlalu kecil untuk kegiatan sekelas bakti sosial.

“Kami menemui itu disepanjang minggu persiapan baksos. Awalnya begitu, tapi setelah terkumpul dan diserahkan, semuanya disambut dengan begitu baik karena sesuai dengan kebutuhan, ternyata luar biasa yang dirasa,” papar Grace, salah satu tim kerja yang juga merupakan Sekretaris IWO Sulut.

“Itu sebabnya kami di IWO Sulut selalu saling mengingatkan, membantu sesama bukan dilihat dari besar atau kecil. Di mata kita mungkin kecil, tapi ternyata bermanfaat bagi orang lain,” tambahnya.

Sementara, Kepala Ruangan Pusat Kanker Anak Estella Ns Konda Tawalujan, saat menerima IWO Sulut dan perwakilan para sponsor yaitu Aice menyambut baik kehadiran dan hadiah yang dibawa untuk anak-anak, pendamping dan juga tim medis.

Menurutnya, kehadiran para donatur yang peduli dengan perjuangan anak-anak pengidap kanker serta keluarga begitu berarti dalam perjuangan saat menjalani masa pengobatan yang berat dan panjang, bukan sekedar materi tapi juga perhatian dan dukungan moral.

“Terima kasih sekali atas bantuan yang diberi untuk anak-anak, keluarga bahkan kami tim medis. Apalagi yang dibawa adalah kesukaan dan kebutuhan anak-anak termasuk kami. Untuk buku mewarnai memang luar biasa karena kami akan melelang hasil karya anak-anak untuk kebutuhan pengobatan. Pasti bermanfaat dan juga jadi berkat bagi semua yang sudah memberi,” ungkap Zus.

Meski IWO Sulut dan para sponsor hanya bisa bertemu dengan perwakilan orang tua dan tim medis karena situasi dan kondisi yang ada, tapi tidak mengurangi rasa bahagia dan kekeluargaan yang ada.

IWO Sulut bahkan akan melakukan bakti sosial ke Estella secara rutin agar anak-anak, keluarga dan tim medis selalu mendapat dukungan doa dan semangat. (Fernando Rumetor)