Cuaca Ekstrem Hantam Sangihe, 20 Rumah Warga Dilaporkan Rusak

oleh -
Tampak salah satu rumah rusak parah akibat cuaca ekstrem yang menerjang Sangihe, Minggu (18/4/2021). (ist)

TAHUNA — Siklon Tropis Surigae atau badai tropis yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, turut dirasakan warga Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Angin kencang serta gelombang besar yang merupakan imbas dari badai tropis mengejutkan warga, Minggu (18/4/2021).
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sangihe, tercatat sekira 20 rumah rusak (ringan maupun berat) serta sejumlah akses tertutup akibat pohon tumbang. “Sampai saat ini kami terus memantau kerusakan akibat bencana badai tropis. Data ini kemungkinan akan bertambah sebab belum semua wilayah Sangihe memberikan laporan,” ungkap Kepala BPBD Sangihe, Rivo Pudihang.

Lanjut dia, saat badai, tiga kapal komersil pun harus keluar dari pelabuhan Tahuna menuju pelabuhan Petta di Kecamatan Tabukan Utara diakibatkan kondisi selat Tahuna diterpa ombak besar disertai tiupan angin kencang yang membahayakan kapal.

Ia mengaku, pihaknya terus berupaya membantu korban bencana dengan melibatkan beberapa instansi terkait sehingga masyarakat terdampak bencana bisa ditangani “Fokus kami menangani korban bencana sambil mengindentifikasi kemungkinan kerusakan akibat bencana badai tropis,” bebernya.

Terpisah, Wakil bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong mengimbau masyarakat tetap waspada. Sebab, bisa saja ada badai susulan. “Ikuti informasi terkini BMKG dan diminta pemerintah desa dan kecamatan untuk koperatif dalam memberikan informasi dampak bencana agar pemerintah daerah bisa memiliki data yang pasti. Tetap waspada,” tandas Hontong. (andy gansalangi)