Lokasi Vaksinasi Massal Diserbu, Tercatat Sudah 85.000 Warga Manado Divaksin

oleh -
Wawali Richard Sualang bersama Asisten I Heri Saptono dan Camat Wenang Deysie Kalalo meninjau salah satu lokasi pelaksanaan vaksinasi massal, Kamis (10/6/2021). (ist)

MANADO — Antusias warga Manado untuk mengikuti program vaksinasi massal kian meningkat.

Pantauan media ini, sembilan lokasi pelaksanaan vaksinasi massal yang difasilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) Manado diserbu warga, beberapa hari terakhir ini. Data yang dirangkum, hingga kemarin, sudah sekira 85.000 warga Manado yang divaksin. Wali Kota Andrei Angouw menyatakan, pihaknya menargetkan Kota Manado menjadi daerah pertama di Indonesia yang menyelesaikan program vaksinasi massal. “Program Vaksinasi Hebat Pemkot Manado menargetkan 7.000 warga divaksin setiap hari, 140.000 orang dalam satu dan 420.000 orang dalam tiga bulan ke depan,” ujar Angouw.

Terpisah, Wakil Wali Kota (Wawali) Richard Sualang yang memantau sejumlah lokasi vaksinasi massal membenarkan terjadi antrean saat mendaftar maupun vaksinasi. “Masyarakat jangan takut untuk divaksin karena sudah sekira 50 juta penduduk Indonesia yang telah divaksin. Pemerintah sudah memastikan vaksin yang digunakan saat ini aman untuk masyarakat,” papar Sualang, Kamis (10/6/2021).

Sementara itu, saat memantau vaksinasi bagi para pelaku usaha pariwisata di Kantor Dinas Pariwisata Manado, Kawasan Megamas, Wawali Sualang mengapresiasi respon yang baik dari para pekerja seni dan tempat hiburan. Pasalnya, mereka berbondong-bondong hadir menyukseskan program pemerintah dengan mengikuti vaksinasi massal.

Tampak para pelaku usaha dan pekerja seni mengantre untuk divaksin di Kantor Dinas Pariwisata Manado. (ist)

“Pemerintah ingin lebih menggerakkan ekonomi di sektor usaha pariwisata ini. Kami ingin ekonomi bangkit di tengah pandemi covid-19. Kalau kita tidak kerja kan susah, nda makan torang. Karena itu kami ingin membangkitkan perekonomian dengan vaksinasi lebih dulu dituntaska,” jelas wawali.

Ia kembali menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan vaksin AstraZeneca yang digunakan dalam kegiatan vaksinasi saat ini. Karena kalaupun ada efek samping itu ringan dan belum ada kasus fatal di Indonesia terkait vaksin jenis itu. “Ini (vaksin) aman semua, kalaupun tidak aman tidak mungkin pemerintah berikan ke masyarakat,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten I Heri Saptono, Kepala Dinas Pariwisata Lenda Pelealu dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan dr. Joy Zeekeon.

Diketahui, sembilan lokasi program Vaksinasi Hebat Pemkot Manado, yakni di GMIM Bukit Sejahtera Molas, GMIM Petra Ranomuut, GMIM Pniel Tuna, Gereja GPDI Beth Eden Paal 2, Mesjid Lingkungan 4 Tikala, Mesjid Al Muhajirin Malalayang Satu Barat, Gereja GMPU Sario, Jemaat Solagratia Tikala Kumaraka dan Gereja Tiberias Kelurahan Bunaken. (kimgerry)