Polemik Pengangkatan Pala/RT, Pemkot Bitung Terbuka Terima Sanggahan Warga

oleh -
Wali Kota Bitung Mourits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar. (FOTO: Istimewa)

BITUNG – Polemik pengangkatan Kepala Lingkungan (Pala) dan Rukun Tetangga (RT) belum lama ini disikapi oleh pemerintah Kota Bitung (Pemkot Bitung).

Pasalnya, pengangkatan Pala dan RT ini menuai berbagai polemik di masyarakat yang tidak terima atas pengangkatan tersebut. Bahkan, berhembus selintingan kabar kisruh terjadi karena dipicu faktor politik. Wali Kota Bitung Mourits Mantiri, mengatakan, pemerintah Kota Bitung terbuka menerima masukan warga baik kritik maupun saran demi Kota Bitung yang lebih baik lagi.

“Silakan warga memberikan sanggahan kami siap menampung aspirasi warga yang tak terima pengangkatan Pala dan RT di wilayah masing-masing,” ucapnya legowo. Lanjut Mourits, mengungkapkan, warga bisa menyampaikan sanggahan melalui pemerintah setempat. “Aspirasi warga bisa disampaikan melalui camat dan lurah. Tentunya disertai alasan jelas dan bukti-bukti pendukung kenapa oknum Pala dan RT yang baru-baru ini diangkat dinilai tidak layak,” ucapnya lagi. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Bitung Albert Sergius Pelenkahu, menambahkan, Pemkot Bitung membuka ruang sanggahan bagi publik yang merasa tidak setuju dengan sosok Pala atau RT yang ditempatkan di wilayahnya.

“Ruang sanggahan ini dibuka sesuai arahan Wali Kota Mourits Mantiri dan Wakil Wali Hengky Honandar agar tiap camat serta lurah mendengar aspirasi warga terkait pengangkatan Pala dan RT,” tegasnya. Menurut Albert, menuturkan, arahan ini sebagai salah satu bentuk bahwa kepemimpinan Maurits-Hengky sangat terbuka dan transparan terhadap masukan dan saran dari masyarakat. “Oleh karena itu, diharapkan warga bisa menggunakan sarana ruang sanggahan untuk menguji apakah oknum Pala dan RT yang baru-baru diangkat ini benar-benar berkompeten serta sesuai harapan. Marilah kita sama-sama membangun Kota Bitung agar lebih baik lagi kedepan dengan keterbukaan pemerintah,” ajaknya. Sementara itu, langkah yang diambil oleh Pemkot Bitung ini mendapat apresiasi positif warga.

Welmi Lahinda, warga Wangurer Timur, mengatakan, keterbukaan Pemkot Bitung akan masukan warga merupakan bentuk transparansi. “Kita mendukung langkah Pemkot Bitung yang sudah membuka seluas-luas ruang sanggahan bagi publik. Marilah kita menyampaikan aspirasi dengan baik dan santun sehingga tidak menimbulkan polemik lagi,” tandas dia. (Jackmar Tamahari)