Kasus Covid-19 Sulut Melonjak Drastis, Waspada Kemungkinan Penyebaran Varian Alpha, Delta Hingga Kappa

oleh -
Seorang tenaga medis. (Foto: Fernando Rumetor)

MANADO – Dalam beberapa waktu terakhir, kasus positif Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pascalibur hari raya Lebaran. Bahkan pada Sabtu (3/7/2021) tercatat ada penambahan sebanyak 143 kasus baru.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel menyebut, penambahan ini bisa saja diakibatkan karena adanya penyebaran dari mutasi baru virus korona seperti varian Alpha, Beta, Delta dan Kappa yang termasuk dalam Variant of Concern (VoC) di Sulut.

“Walaupun secara laboratorium belum ada bukti adanya keberadaan VoC di Sulut, tetapi perkembangan kondisi epidemiologi dan kecepatan transmisi dari beberapa kasus menunjukkan adanya kemungkinan bahwa yang sementara beredar di Sulut pada saat ini adalah VoC ini,” jelasnya.

Kata Dandel, hal ini terlihat dari beberapa kluster penyebaran Covid-19 yang terjadi di Sangihe, Tomohon, Manado dan juga Bitung menunjukkan kecepatan transmisi yang menyerupai varian Alpha, Delta, hingga Kappa ini.

“Pola transmisi dari VoC ini berdasarkan laporan investigasi dari negara dan daerah lain di Indonesia adalah lebih cepat, menjangkiti lebih banyak orang dan adanya kemungkinan yang sangat tinggi bahwa transmisinya bersifat aerosol/ airborne,” ungkap Dandel.

Oleh sebab itu, lanjut Dandel, maka masyarakat diimbau untuk menaikkan kewaspadaannya ketitik tertinggi. Pemakaian masker menjadi hal yang wajib dilakukan. Pola kerja dari rumah diimplementasikan kembali. Sirkulasi udara ruangan kerja harus diperbaiki.

“Menghindari makan bersama, karena pada saat makan bersama otomatis masker akan dibuka. Menghindari acara acara di tempat tertutup dan padat. Menghindari kerumunan kemanapun kita pergi. Acara-acara resepsi dengan kehadiran lebih dari 30 orang sebaiknya dihindari. Pelaksanaan ibadah dan perayaan sebaiknya melalui daring,” rincinya.

Diketahui, tren penambahan kasus positif harian Covid-19 di Sulut pascalibur hari raya menunjukkan peningkatan mencapai 200%. Sebelum hari raya per hari dideteksi rata-rata lima kasus per hari, sementara sesudah hari raya meningkat menjadi 15 kasus per hari.

“Pelipatgandaan kasus terjadi dengan cepat dan dalam periode waktu yang lebih pendek. Rata rata per hari 5 kasus berlipat menjadi 10 kasus perhari dalam 21 hari. Kemudian meningkat menjadi 20 kasus perhari dalam kurun waktu 12 hari dan naik menjadi rata rata 40 kasus perhari dalam waktu 9 hari,” paparnya.

Hingga saat ini pun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan genomik sequencing dari Balitbangkes milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memastikan apakah varian Alpha hingga Kappa ini sudah menyebar di Bumi Nyiur Melambai atau tidak. (Fernando Rumetor)