Pesta Minol Berujung Maut, Pria di Manado Tewas Dikeroyok Tujuh Orang

oleh -
Tujuh pemuda diduga pelaku pengeroyokan diamankan Polisi. (FOTO: Istimewa) 

MANADO– Nahas yang dialami pria berinisial JA alias Junius, dirinya
meregang nyawa usai dikeroyok tujuh orang saat asyik pesta minuman beralkohol (minol) di Kelurahan Pandu Lingkungan II, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sabtu (18/9/2021).

Aksi pengeroyokan tersebut diduga berawal dari perselisihan antarteman dan dipicu pengaruh alkohol yang berlebihan. Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Taufiq Arifin saat dikonfirmasi Senin (20/9/2021) membenarkan peristiwa tersebut.

“Kronologi kejadian bermula saat 11 orang pria masing-masing IJB, OT, SNJ, LK, AM, GK, YP, IRP, FK, SS, dan AB sedang pesta minol eni bir dan captikus di rumah SNJ alias Septian di Kelurahan Pandu Lingkungan II, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Kemudian sekira pukul 00.30 WITA, Junius bersama temannya FB dan BM yang saat itu sudah mabuk datang ke tempat tersebut dengan mengendarai sepeda motor berbonceng tiga,” kata Taufiq Arifin, Senin (20/9/2021).

BM kemudian bertanya kepada Septian dan kawan-kawannya, siapa di antara mereka yang berselisih paham dengan temannya FB karena sebelumnya FB berselisih dengan seorang pria tidak dikenalnya saat sedang membeli rokok di warung dekat rumah Septian.

“Saat terjadi perdebatan, tiba-tiba Junius mengangkat kursi yang ada di lokasi tersebut dan memukul kepada IRP alias Ivan namun sempat ditangkisnya dengan tangan kiri sehingga kursi itu patah,” ujarnya.

Ivan kemudian berusaha membalas dengan melayangkan pukulan ke Junius tapi meleset. LK yang berada di samping Ivan kemudian membantu temannya itu dengan melayangkan bogem mentahnya yang mendarat telak di wajah Junius.

“Junius kemudian lari menghindar namun terjatuh. Septian dan kawan-kawannya kemudian menghampirinya dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap Junius yang saat itu posisinya sudah terjatuh di tanah yang mengakibatkan Junius tidak sadarkan diri,” ucapnya.

Junius kemudian dilarikan ke RS Siti Maryam dan selanjutnya dirujuk ke RSUP Prof Kandou Malalayang dan pada Minggu (19/9/2021) sekira pukul 14.00 WITA, Junius dinyatakan meninggal dunia.

“Kami telah memeriksa lima orang saksi yakni JA alias Jefri sebagai saksi pelapor, FB, FJ, SS dan IRP. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan serta pemeriksaan saksi-saksi maka telah ditetapkan tujuh orang sebagai tersangka dari tindak pidana tersebut yaitu IJB, OT, SNJ, LK, AM, GK dan YP,” tuturnya.

Ketujuh tersangka tersebut telah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang menyebabkan matinya orang sebagaimana yang dimaksud alam Pasal 338 KUHPidana subsidair Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHPidana lebih subsidair
Pasal 351 ayat (3) KUHPidana.

“Ketujuh tersangka tersebut sudah kami tangkap, selanjutnya kami berkoordinasi dengan pihak RSUP Prof Kandou Malalayang dan pihak keluarga korban terkait autopsi,” pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Bitung tersebut.(Deidy Wuisan)