Astaga!! Polisi Ungkap Praktik Penjualan Bayi di Kota Manado, Harga Mulai Rp2 Juta

oleh -
Rilis pers kasus perdagangan manusia di Mapolda Sulut. (FOTO: Deidy Wuisan)

MANADO- Polda Sulawesi Utara (Sulut) melalui Direktorat Kriminal Umum berhasil mengungkap kasus perdagangan bayi di Kota Manado. Terungkap pelaku membanderol harga mulai dari Rp2 juta.

Kabid Humas Kombes Pol Jules Abast didampingi Direktur Kriminal Umum Polda Sulut AKBP Gani Siahaan dalam jumpa pers di Mapolda Sulut Kamis (7/10/2021) menjelaskan, Ditreskrimum telah mengamankan seorang wanita berinisial FM alias Cici, 38, salah satu warga Kecamatan Wanea Kota Manado yang diduga melakukan praktik perdagangan orang.

“Modus operandi pelaku yang merupakan dukun persalinan di kampung atau yang biasa membantu persalinan namun bukan merupakan bidan atau tenaga kesehatan,” ujar Dirkrimum AKBP Gani Siahaan.

Dalam jumpa pers tersebut terungkap pelaku FM sudah lama melakukan praktik kebidanan liar dan melakukan perbuatan penjualan manusia sebanyak tiga kali.

“Kegiatan pelaku dilakukan untuk membantu para korban yang biasanya seorang tuna karya untuk melahirkan bayi hasil hubungan yang tidak sah. Pelaku membebankan biaya persalinan kepada korban, dan korban yang biasanya tidak mampu ditawarkan untuk menjual bayi hasil persalinan tersebut,” jelasnya.

Pelaku biasanya menawarkan bayi hasil persalinan para korban perempuan tuna karya tersebut kepada masyarakat yang tidak memiliki anak.

“Pelaku menjual dangan harga Rp2 juta rupiah, dan dibagi keuntunganya dengan korban,” ucap Dirkrimum.

Polisi juga memeriksa para pembeli bayi yang ditawarkan pelaku sebagai saksi. “Para pembelinya masih warga Sulut, dan telah kami periksa sebagai saksi,” jelasnya.

Sementara, Kabid Humas Kombes Pol Jules Abast menjelaskan kronologi terungkapnya kasus ini bermula pada hari Kamis, 26 Agustus 2021, Anggota ditreskrimum Polda Sulut mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa bertempat di rumah kos tersangka di Kecamatan Wanea kota Manado, telah terjadi dugaan tindak pidana perdagangan bayi dimana bayi yang baru
dilahirkan korban berinisial M alias Mita dijual oleh tersangka F.M alias Cici karena korban tidak mampu membayar biaya persalinan dari korban.

“Setelah menjual bayi tersebut, korban diberi uang Rp1.000.000 oleh tersangka. Kejadian ini sudah kedua kalinya, karena anak pertama korban juga dijual ke orang lain dan korban diberi uang Rp50.000 oleh tersangka,” ungkap Abast.

Dalam proses penyidikan juga ditemukan korban lain yaitu perempuan berinisial L alias Lina yang anaknya juga dijual tersangka ke orang lain.

“Sehingga total sudah ada tiga
orang bayi yang diduga dijual oleh tersangka. Ketiga bayi tersebut sudah ditemukan penyidik,” ujar Abast.

Polisi turut mengamankan barang bukti hasil kejahatan yaitu satu tas merah berisi satu gunting pusar, satu gunting penahan plasenta, kapas alkohol, perban, benang, obat luka,
lembar bukti pengiriman uang ke rekening tersangka untuk membayar bayi sebesar Rp 2.000.000, screenshot percakapan tersangka F.M Alias Cici beserta akta kelahiran dua orang bayi.

“Kepada pelaku kami kenakan pasal Tindak Pidana Perdagangan Anak dan atau Perdagangan Orang (TPPO) sebagaimana diatur
dalam Pasal 83 Jo Pasal 76F UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan TPPO. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” tutup perwira tiga melati tersebut. (Deidy Wuisan)