Capaian PON XX Papua Jadi Motivasi, Tim Basket 5×5 Putra Sulut Tatap PON XXI Aceh-Sumut

oleh
Tim Basket 5x5 Putra Sulut. (foto:istimewa)

MANADO – Capaian kontingen Sulawesi Utara (Sulut) sangat memuaskan di ajang PON XX Papua.

Sejumlah cabang olahraga (cabor) mampu memberikan prestasi yang baik hingga dapat menyumbang medali.

Seperti penampilan Tim Basket 5×5 Putra Sulut yang mampu mengukir sejarah dengan melangkah sampai ke babak final melawan tim kuat DKI Jakarta.

Semua mata tercengang saat melihat Tim Basket 5×5 Putra Sulut yang mampu mengandaskan tim-tim kuat dari Jawa, Bali dan Sumatera hingga dapat meraih medali perak.

“Euforia PON XX Papua sudah sepatutnya menjadi motivasi dan semangat dalam menatap PON XXI di Aceh–Sumut nanti,” ungkap Ketua Umum Pengprov Perbasi Sulut, Adriana Dondokambey melalui Ketua Harian sekaligus Manajer Tim Basket Sulut, Clay June Dondokambey, Rabu (20/10/2021).

Clay mengatakan, euforia kemenangan sudah selesai dan hasil yang membanggakan telah dirasakan di PON XX Papua.

“Nah, pada PON XXI di Aceh-Sumatera Utara yang akan datang, Tim Basket 5×5 Putra Sulut tidak perlu melalui Kualifikasi Pra PON, karena sebagai runner up di PON XX Papua sudah memegang tiket free pass,” katanya.

Namun demikian, lanjut Clay, masih ada yang perlu dipersiapkan untuk PON XXI kedepan, yakni Tim Basket 5×5 Putri Sulut dan Tim Basket 3×3 baik putra maupun putri.

“Sesungguhnya Sulawesi Utara dari tahun ke tahun tidak pernah absen menghasilkan atlet basket yang kini sudah berlaga di liga profesional. Artinya sangat banyak potensi atlet yang lahir dari daerah–daerah,” tukasnya.

Sejalan dengan penyampaian Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat sambutan di rapat paripurna DPRD Sulut baru-baru ini, yang memberikan apresiasi dan motivasi agar pembinaan olahraga di sekolah-sekolah dapat dimulai sejak dini.

“Demikian yang akan ditindak lanjuti Pengprov Perbasi Sulawesi Utara kedepan untuk berkonsolidasi dan berkolaborasi dengan pengurus di kabupaten/kota, agar lebih sering melaksanakan kompetisi kelompok umur antarsekolah, bahkan pembinaan pelatih dan pelatihan wasit,” tandas Clay. (rivco tololiu)