PERABOI Lakukan Baksos di Sulut, Gelar Operasi Kanker Gratis di Dua Rumah Sakit

oleh
Ketua Pengurus Pusat PERABOI Walta Gautama saat memberikan penjelasan terkait pelaksanaan baksos. (foto: istimewa)

MANADO – Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) menggelar bakti sosial (Baksos) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kegiatan ini dalam rangka memaknai Hari Kanker Sedunia tahun 2022. Adapun salah satu kegiatan yang dilakukan, yaitu operasi kanker gratis di RSUP Prof Dr RD Kandou dan RS Sentra Medika.

“Kegiatan bakti sosial PERABOI sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Baksos di Sulut kali ini, merupakan yang ketiga di Indonesia,” ungkap Ketua Pengurus Pusat PERABOI, dr Walta Gautama saat membuka Baksos Kanker Solid Organ di Gedung Bedah RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Selasa (8/2/2022).

Kesempatan itu, dr Walta Gautama memperkenalkan mengenai spesialis Onkologi yang merupakan khusus menangani tumor dan kanker di permukaan tubuh.

“Di Indonesia sekarang mempunyai 200 lebih spesialis onkologi. Mereka bertugas di sejumlah rumah sakit baik di Jakarta dan daerah lainnya,” ungkap Gautama.

Ia menyebut, pelayanan unggulan RSUP Prof Dr RD Kandou yang terus berbenah menjadi rumah sakit rujukan tentunya akan membantu masyarakat dalam pengobatan kanker.

Gautama menerangkan dalam kegiatan baksos PERABOI, pihaknya memperkenalkan bedah onkologi meliputi kanker di luar badan

“Seperti kanker payudara, kepala leher, tiroid, ada kulit dan jaringan-jaringan di luar tulang,” bebernya.

Ahli Bedah Onkologi ini mengungkapkan, masyarakat memang mesti memahami secara umum terkait pengetahuan deteksi dini kanker, mulai dari kanker payudara, tiroid dan jenis kanker lainnya.

“Kalau kanker payudara dan kanker mulut rahim itu memang menjadi perhatian pemerintah karena masuk program prioritas,” terangnya.

Menurut dia, kanker payudara yang menjadi perhatian pemerintah, karena memang menempati urutan pertama jumlah kanker terbanyak di Indonesia.

“Ini tentunya mesti diwaspadai bersama. Sangat penting ada upaya deteksi dini, supaya bisa langsung dilakukan penanganan sebelum kondisinya makin berat,” terangnya.

Gautama menilai, edukasi terkait kanker payudara memang harus intens dilakukan untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat.

“Tingginya angka penderita kanker payudara di Indonesia seharusnya mendorong masyarakat, khususnya kaum perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatannya,” terangnya.

Diakuinya, sangat pentingnya melakukan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) bagi tiap perempuan agar bisa mendeteksi gejala timbulnya penyakit ini sejak dini.

“Sebagian besar pasien kanker payudara yang datang ke rumah sakit telah memasuki kondisi stadium lanjut, angkanya pun masih berada pada kisaran 70%,” sebutnya.

Padahal, kata dia, jika penyakit ini terdeteksi lebih awal, maka akan ada lebih banyak opsi perawatan yang dapat dipilih pasien.

“Begitu pula dengan kesempatan untuk bertahan hidup yang juga akan lebih besar. Bahkan jika terdeteksi pada stadium awal, angka harapan hidupnya bisa mencapai 95%. Dengan demikian, secara tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas hidup pasien dan menekan angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ketua Panitia dr Christian Manginstar SpB (K) Onk menjelaskan, baksos PERABOI akan berlangsung selama tiga hari.

“Baksos hari pertama ada operasi kanker gratis di RS Kandou sebanyak 3 pasien, dan RS Sentra Medika 10 pasien,” jelasnya.

Baksos pada hari kedua, lanjutnya, akan berlangsung di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado.

“Ada kegiatan talkshow dan edukasi terkait kanker. Ini diagendakan akan dihadiri Ketua DPR RI Puan Maharani. Kita juga mengundang salah satu artis ternama yang sembuh dari kanker payudara,” ungkap dr Christian.

Ia berharap, baksos yang dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan manfaat positif bagi warga di Bumi Nyiur Melambai. (rivco tololiu)