Hasil Kerja Tersinergi, Gubernur OD Lakukan Impounding Bendungan Kuwil Kawangkoan

oleh -1861 Dilihat
Ceremonial Impounding Bendungan Kuwil Kawangkoan. (foto: istimewa)

MINUT – Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mulai beroperasi. Ini wujud hasil kerja yang tersinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Gubernur Olly Dondokambey (OD) melakukan impounding atau memulai pengisian air dari Sungai Tondano ke dalam bendungan, Jumat (25/11/2022).

Proses pengisian air ini turut disaksikan Direktur Bendungan dan Danau Kementrian PUPR, Airlangga Mardjono, Kepala Balai Sungai Wilayah 1, Plh Sekdaprov Sulut Steve Kepel, Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Bupati Minut, Joune Ganda.

Gubernur OD menyampaikan terima masih kepada Presiden Joko Widodo hingga Bendungan Kuwil Kawangkoan dapat beroperasi.

“Bersyukur kepada Tuhan dan juga ucapan terima kasih kepada pak Presiden Joko Widodo yang sebelumnya telah merestui pembangunan serta kesiapan beroperasinya bendungan ini,” ungkapnya.

Ia mengakui, banyak manfaat yang akan dirasakan masyarakat selain untuk penanganan pengendalian banjir, juga ada PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dan menjadi sumber air baku bersih untuk kebutuhan masyarakat.

Adapun pelaksanaan pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak tahun 2016 hingga 2022 ini, dibandrol anggaran sebesar Rp1,9 triliun.

Menurut Gubernur OD, Bendungan Kuwil Kawangkoan di sisi lainnya sebagai tempat pariwisata, karena adanya peninggalan-peninggalan sejarah seperti Waruga (kuburan kuno/tua) leluhur Minahasa yang juga ada keturunan dari Cina.

“Jadi sudah pasti nantinya banyak turis yang akan datang berkunjung termasuk melihat makam/kuburan para leluhur mereka. Ini ada keterkaitannya dengan sejarah keturunan Mongol, dengan posisi Waruga tersebut ada juga keunikan tersendiri seperti penempatan Waruga sesuai pangkat/jabatan (pangkat Mayor berjejer sendiri) Kapten juga begitu termasuk juga ada leluhurnya saya sendiri,” terangnya.

Ia menjelaskan untuk proses pengelolaan fasilitas bendungan kedepan masih akan dibahas kembali bersama, karena itu membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Agar supaya apa yang telah diberikan oleh pemerintah pusat ini menjadi tidak terbengkalai, karena sudah ada beberapa contoh pemerintah pusat sudah membangun tempat wisata tapi akhirnya tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah yang telah diserahkan. Jadi saya ingatkan juga kepada pak Walik Kota Manado jangan dikecewakan supaya masih ada pembangunan lain,” sebutnya.

Gubernur menambahkan, jika memungkinkan bisa juga ada penambahan pembangunan bendungan lainnya agar Kota Manado juga lebih aman dari bencana banjir luapan air dari dua sungai Sawangan dan Tondano.

Sementara itu dari laporan Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono menyampaikan, untuk PSN Bendungan Kuwil yang berupa bendungan urugan/random batu dengan setinggi 67 meter panjang puncak 420 meter serta dapat menampung volume air sebanyak 23 juta M².

“Proses Impounding ini merupakan tahap awal keseluruhan kegiatan pembangunan Kuwil Kawangkoan. Setelah Impounding ini masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam membangun bendungan sebelum dan nantinya dapat secara penuh dioperasikan oleh pihak pengelola,” terang Airlangga.

Lanjutnya, tujuannya untuk memenuhi pilar sumber daya air yakni pendayagunaan air dan pengendalian data rusak air.

“Bendungan ini menyediakan air baku Manado, Minut dan Bitung serta KEK Bitung,” katanya.

Menurut dia, air baku yang tersedia bisa di penuhi 4,5 kubik per detik, dan pengendalian banjir 470 kubik per detik.

“Pengisian awal merupakan tahap awal penyelesaian bendungan,” tandasnya. (rivco)