Indosat Ooredoo Hutchison Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Erupsi Gunung Ruang

oleh
Tampak penyaluran bantuan dari Indosat Ooredoo Hutchison bagi korban erupsi Gunung Ruang. (FOTO: istimewa)

MANADO – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana erupsi Gunung Ruang di  Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara. 

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Indosat ketika terjadi kondisi tanggap darurat bencana di pelosok Tanah Air melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di pilar Filantropi. 

Dalam setiap situasi tanggap darurat bencana, Indosat segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) untuk memetakan kebutuhan apa saja yang paling diperlukan oleh masyarakat yang terdampak, serta di lokasi mana titik penyaluran bantuan  tersebut. 

Dalam hal ini, bantuan tanggap darurat bencana dikirimkan lewat jalur laut melalui Pelabuhan Manado menuju Pelabuhan Tagulandang untuk menjangkau warga yang berada di posko pengungsian sekitar Gunung Ruang, diantaranya berupa paket obat-obatan, masker, pakaian untuk dewasa dan anak-anak, serta terpal pelindung.  

SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Steve Saerang, mengatakan, Indosat berkomitmen untuk selalu bersama masyarakat Indonesia, khususnya di tengah menghadapi kondisi tanggap darurat bencana. 

“Kami turut prihatin atas terjadinya bencana erupsi Gunung Ruang yang menimpa warga di Kabupaten Sitaro, juga masyarakat di Kota Manado dan Minahasa Utara yang turut terkena dampak abu vulkanik. Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ucapnya. 

Gunung Ruang terus menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi sejak 16 April 2024 dan terus hingga kemudian Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro mengeluarkan status Tanggap Darurat melalui SK  Nomor 100 Tahun 2024 tentang Status Tanggap Darurat Gunung Api Ruang selama 14 hari mulai dari 16 hingga 29 April 2024. 

Adapun dampak dari bencana ini secara langsung dirasakan oleh masyarakat di Desa Pumpente dan Desa Patologi di Kecamatan Tagulandang.  

“Kami berharap kondisi akan segera membaik, dan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat khususnya bagi warga yang berada di pengungsian,” tutup Steve. (Fernando Rumetor)