“Perubahan susunan pengurus ini merupakan bagian dari upaya memperkuat arah strategis dan tata kelola perusahaan, khususnya memastikan segmen wholesale banking dan commercial banking semakin solid, baik dari sisi strategi pertumbuhan, pengelolaan portofolio, maupun penguatan hubungan dengan nasabah korporasi,” tambah Henoch.

RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan serta mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Per 2025, total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi mencapai Rp245,9 triliun, tumbuh 2,0% secara year-on-year (yoy).

Sementara itu, SMBC Indonesia juga membukukan laba bersih setelah pajak untuk bank saja (bank only) sebesar Rp1,5 triliun sepanjang 2025.

Selain agenda-agenda tersebut, pemegang saham menyetujui beberapa pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) Perseroan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi ekonomi.

Rapat juga menerima sejumlah laporan Perseroan, termasuk laporan rencana bisnis Bank, Laporan rencana aksi keuangan berkelanjutan, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi, sebagai bagian dari komitmen transparansi kepada pemegang saham.

Ke depan, SMBC Indonesia akan terus memperkuat layanan kepada berbagai segmen nasabah melalui pengalaman perbankan yang semakin seamless.

Serta mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan kualitas aset, dan optimalisasi sinergi dalam grup. (nando/*)