KETERTARIKAN pada dunia komputer membawa Sidney Courtney Jasmine menapaki perjalanan yang semakin jauh di bidang teknologi.
Dari meraih juara dalam kompetisi informatika sejak bangku sekolah menengah hingga kini menjadi mahasiswa Ilmu Komputer di National Yang Ming Chiao Tung University (NYCU), Taiwan, Sidney terus mengembangkan kemampuannya melalui berbagai proyek teknologi yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Sidney saat ini merupakan mahasiswa tahun ketiga Program Studi Ilmu Komputer di NYCU, Hsinchu, Taiwan.
Ia menempuh pendidikan Sarjana Sains di bidang Ilmu Komputer sejak Agustus 2024. Di tengah perkuliahan, ia aktif mengembangkan berbagai proyek yang memadukan pemrograman, desain, dan kecerdasan buatan (AI).
Perjalanan Sidney di bidang informatika sebenarnya telah menunjukkan hasil sejak masih duduk di bangku SMA Kristen Eben Haezar, Manado.
Pada Agustus 2023, ia berhasil meraih Juara 1 Olimpiade Sains Nasional Provinsi (OSN-P) bidang Informatika Komputer. Prestasi tersebut kemudian berlanjut ketika ia menjadi Finalis Nasional Olimpiade Sains Nasional (OSN) Indonesia pada September 2023.
Tidak berhenti di sana, Sidney juga meraih Juara 1 Kompetisi Sains, Matematika, dan Komputasi (SIBER) yang diselenggarakan Universitas Sam Ratulangi pada Oktober 2023. Rangkaian prestasi tersebut menjadi salah satu pijakan yang memperkuat minatnya untuk mendalami ilmu komputer.
Mengubah Kuis Menjadi Arena Kompetisi
Salah satu proyek yang kini tengah dikembangkan Sidney adalah FORCE Arena, sebuah proyek pribadi yang dimulai pada Juni 2026. Proyek ini berupa aplikasi web gamifikasi full-stack yang ditujukan bagi siswa sekolah menengah di suatu provinsi.
Konsepnya bukan sekadar mengerjakan kuis. FORCE Arena dirancang sebagai sebuah arena kompetisi digital yang memungkinkan pengguna mengikuti duel kuis secara real-time, memiliki teman, melihat papan peringkat, serta melacak pencapaian mereka. Platform tersebut juga menggunakan sistem berbasis hadiah: poin yang diperoleh melalui kuis dapat ditukarkan dengan barang dagangan di dunia nyata.
Dalam pengembangannya, Sidney menggunakan sejumlah teknologi seperti Next.js, React, JavaScript, Node.js, Supabase, REST API, Git, dan GitHub. Aplikasi tersebut dirancang dengan arsitektur yang dapat diskalakan dan mendukung hingga 2.000 pengguna.
Proyek ini memperlihatkan bagaimana kemampuan teknis yang sebelumnya diasah melalui kompetisi informatika dapat diarahkan menjadi sebuah produk digital yang mencoba menjawab kebutuhan pengguna secara nyata.
Tidak Hanya Coding
Meski menekuni ilmu komputer, aktivitas Sidney tidak terbatas pada pemrograman. Ia juga memiliki pengalaman di bidang desain visual, multimedia, serta pengembangan aplikasi berbasis AI.
Pada Maret hingga Juni 2026, misalnya, Sidney terlibat dalam proyek pengembangan game XR sebagai desainer visual. Bersama tim, ia mengerjakan tiga proyek game virtual reality (VR) menggunakan Unity.
Ia bertanggung jawab merancang serta mengatur aset visual dan animasi menggunakan Unity dan Blender. Setiap proyek game tersebut dikembangkan dan diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan.
Pada periode yang sama, Sidney juga terlibat dalam proyek Manajemen Pesan Langsung Media Sosial dengan Agen AI. Dalam proyek tersebut, ia berkontribusi pada sistem berbasis AI untuk melakukan klasifikasi pesan langsung secara otomatis sekaligus menghasilkan respons. Ia juga terlibat dalam penyiapan materi pelatihan AI, laporan wawancara, serta laporan penelitian.
Ketertarikannya pada AI kembali terlihat dalam proyek Situs Web Asisten Karier AI yang dikembangkan pada April hingga Mei 2026. Sidney merancang dan mengimplementasikan antarmuka front-end responsif dengan tiga fitur utama: rekomendasi pekerjaan, peningkatan resume, dan simulasi wawancara menggunakan AI.
Berbagi Ilmu dengan Pelajar
Menariknya, di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Sidney juga tetap memiliki perhatian terhadap pendidikan. Sejak September 2023, ia menjadi tutor informatika secara daring dan luring di SMA Kristen Eben Haezar.
Sebagai tutor, ia mengajarkan pemecahan masalah logika dan computational thinking kepada siswa SMA, memperkenalkan dasar-dasar pemrograman C++, sintaks, dan struktur data, serta membimbing siswa dalam latihan pemrograman kompetitif tingkat dasar.
Pengalaman tersebut membuat aktivitasnya di dunia komputer tidak hanya berpusat pada membangun teknologi, tetapi juga berbagi pengetahuan dan membantu generasi pelajar lain mengenal pemrograman.
Teknologi Bertemu Kreativitas
Di luar akademik dan pemrograman, Sidney juga aktif dalam kegiatan multimedia dan organisasi. Ia pernah menjadi anggota Tim Media Perhimpunan Pelajar Tionghoa Perantauan Indonesia (OCHISA) dari Juli 2025 hingga Mei 2026, dengan tanggung jawab merancang poster promosi, konten media sosial, serta materi visual untuk berbagai kegiatan mahasiswa.
Pengalaman di bidang multimedia bahkan telah dijalaninya sejak sebelum kuliah di Taiwan. Dari Februari 2021 hingga Agustus 2024, Sidney terlibat dalam Kementerian Multimedia GBI Kingdom Vision Church di Bitung.
Ia mengoperasikan sistem siaran langsung menggunakan OBS dan vMix serta membuat berbagai materi grafis promosi dan konten multimedia. Sejak Maret 2025, pengalaman tersebut berlanjut melalui pelayanan multimedia di Gereja Bethany Chungli, Taiwan.
Kombinasi antara pemrograman dan kemampuan visual menjadi salah satu karakter menarik dalam perjalanan Sidney. Ia tidak hanya mempelajari bagaimana sebuah aplikasi bekerja dari sisi teknis, tetapi juga bagaimana sebuah produk digital dapat ditampilkan dan digunakan oleh penggunanya.
Terus Berkembang di Dunia AI
Saat ini, Sidney memiliki pengalaman dalam sejumlah bahasa pemrograman, termasuk C, C++, Python, Java, JavaScript, SQL, dan Pascal. Ia juga menguasai berbagai teknologi web seperti HTML, CSS, React, Node.js, REST API, dan Supabase.
Untuk memperluas kompetensinya, ia mengikuti sejumlah pelatihan dan kursus, di antaranya Responsive Web Design dari freeCodeCamp, bootcamp Python dari Udemy, Python 101 for Data Science dari IBM Cognitive Class, serta jalur pembelajaran Artificial Intelligence dari MySkill.
Bagi Sidney, teknologi bukan semata-mata soal kode dan perangkat lunak. Profilnya menunjukkan ketertarikan untuk membangun aplikasi yang berorientasi pada kebutuhan pengguna, mempelajari hal-hal baru, serta memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan persoalan nyata. Ia juga terus mengembangkan kompetensinya di bidang kecerdasan buatan.
Dari kompetisi informatika di tingkat nasional, ruang kelas sebagai tutor, proyek virtual reality dan AI, hingga pengembangan FORCE Arena, perjalanan Sidney memperlihatkan satu benang merah: kemampuan teknologi yang terus diasah untuk menciptakan sesuatu yang dapat digunakan dan memberi manfaat bagi orang lain.

