NAMA Wulan Eclesia Yoseph bakal menjadi kebanggaan Sulawesi Utara di panggung internasional.
Atlet Muay Thai kelahiran 2006 ini dipercaya menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Utara sekaligus merepresentasikan Indonesia di ajang IFMA World Championship 2026 yang akan berlangsung di Malaysia, Juni mendatang. Ia akan turun di kelas 54 kg Senior Elite Putri.
Persiapan Tanpa Kompromi: Fisik, Mental, dan Teknik
Menjelang kompetisi bergengsi itu, Wulan menjalani persiapan yang berat dan terstruktur. Setiap harinya, ia berlatih tiga sesi — pagi, siang, dan malam — dengan fokus pada ketahanan fisik, power and strength, serta teknik bertarung.
“Persiapannya ini ke fisik, mental, sama teknik,” ungkap Wulan. Tak hanya latihan fisik dan teknik, pola makan pun dijaga ketat.
Wulan mengaku menghindari makanan pedas demi menjaga napas, serta mengurangi konsumsi makanan berminyak.
Asupan nutrisi juga disesuaikan karena ia tengah menjalani program penambahan berat badan agar sesuai dengan kelas tanding di Malaysia.
Soal tidur pun bukan hal yang bisa ditawar. Pukul 22.00 adalah jadwal tidur wajibnya, dan pukul 04.00 dini hari ia sudah bangun — mulai dari merebus telur hingga memukul focus mitt sebelum sesi lari bersama di pukul 05.30.
“Sampai Titik Darah Penghabisan, Sampai Nangis”
Ketika ditanya bagian paling berat dari seluruh persiapan ini, Wulan tak ragu menjawab:
“Di ini sih, dari segi fisik karena harus memang maksimal. Jadi itu sampai titik darah penghabisan latihan, sampai nangis.”
Pernyataan itu mencerminkan betapa seriusnya Wulan menghadapi tantangan di level internasional ini.
Perjalanan Panjang: Dari Berantem di SD hingga Podium Internasional
Perjalanan Wulan menuju Muay Thai tidaklah singkat. Sejak kecil, ia dikenal “suka bikin masalah” karena kerap berkelahi dengan teman.


Tinggalkan Balasan