MINAHASA – Sosok Kim Gery Tawaang (KGT) yang merupakan jurnalis kawakan di Sulawesi Utara, turun bertarung dalam pemilihan Hukum Tua (Kumtua = kepala desa) di Watulaney Amian, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa di 2026 ini.

Tak tanggung-tanggung untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat jika terpilih sebagai Kumtua, KGT janji menghadirkan Kantor Desa.

“Sebagai langkah awal, saya akan hibahkan lahan pribadi untuk pembangunan Kantor Desa Watulaney Amian yang telah diidamkan belasan tahun terakhir,” ujar Calon Nomor Urut Satu itu.

Sekadar diketahui, KGT, sebutan Kim Gery Tawaang dalam kontestasi Pilhut Watulaney Amian, merupakan salah satu jurnalis kawakan Sulawesi Utara (Sulut) yang memiliki rekam jejak manis dalam dunia kewartawanan di Tanah Nyiur Melambai.

KGT diketahui mengawali karir jurnalis di Koran Manado Post pada 2012 silam. Manado Post merupakan media cetak terbesar di Sulut yang kala itu masih masuk grup Jawa Pos Network News yang dimiliki Dahlan Iskan, mantan menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah merintis karir di Manado Post, KGT melanjutkan tantangan dengan bergabung dengan salah satu perusahaan Media raksasa Indonesia, Media Nusantara Citra (MNC) Grup pada 2014.

MNC Grup yang pemiliknya adalah konglomerat Hary Tanoesoedibjo saat itu meramaikan dunia jurnalis Sulut dengan membentuk Koran SINDO Manado.

Dalam perjalanan sebagai jurnalis, KGT diketahui terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kewartawanan yang mencakup bidang olahraga.

KGT beberapa kali diutus mewakili organisasi wartawan Pemprov Sulut dan Pemkot Manado diajang futsal jurnalis Indonesia.

Selain itu, KGT selama menekuni dunia jurnalis diketahui mendapatkan pengalaman bidang hukum, pemerintahan, ekonomi dan kemasyarakatan karena keseharian meliput di Pemkot Manado, Polda Sulut, Pemprov Sulut, DPRD Manado dan DPRD Sulut.

Berkat pengalaman dan profesi sebagai jurnalis, KGT pun memiliki jejaring luas dengan sejumlah kolega politikus, pejabat pemerintah, penegak hukum hingga para ekonom.

Kini, karena merasa terpanggil membangun desa dan atas support masyarakat, dia akhirnya pulang kampung maju menjadi Calon Kumtua Watulaney Amian pada pelaksanaan Pilhut Minahasa Serentak 2026.

“Tujuan saya untuk membangun desa. Saya ingin menjadikan kampung saya, tempat kelahiran saya, kediaman orangtua saya Maju, Adil, Sejahtera dan Berprestasi,” ujar KGT diwawancarai, Rabu (6/5/2026).

“Jika saya terpilih nanti, saya ingin mewujudkan pemerintahan baik dan bersih. Serta meningkatkan pelayanan publik lewat kehadiran Kantor Desa. Saya jika terpilih akan menghibahkan lahan untuk bangun Kantor Desa,” tutur KGT.

Ditanya terkait konstelasi Pilhut di Watulaney Amian, KGT menyebut masyarakat telah dewasa dalam berpolitik.

“Saya juga membangun komunikasi dengan calon Kumtua lain yang maju. Intinya, persaingan Pilhut adalah hal biasa. Saya juga selalu mengimbau para pendukung untuk sportif, jangan ada kampanye hitam pada calon lain,” ujarnya.

Diakhir pembicaraan, KGT menyentil soal keinginannya menjadikan desa yang religius dan sehat.

“Keinginan saya jika dipercaya masyarakat, saya ingin berkoordinasi dan kolaborasi dengan tokoh agama agar bagaimana ada kegiatan rohani rutin digelar. Ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat atas anugerah Tuhan dalam hidup serta menjadi sebuah hal penting bagi generasi muda untuk hidup menurut apa yang Tuhan mau,” ucapnya.

“Hal lain juga, saya ingin menggiatkan kegiatan olahraga sehingga masyarakat dan generasi muda ada tempat menyalurkan bakat dan meninggalkan hal yang negatif,” tutur KGT yang merupakan alumnus Universitas Negeri Manado (Unima). (*)