Enam WNA Mancing di Laut Tomini Bolsel

oleh -
Enam WNA asal Singapura,  Denmark dan Malaysia, menikmati sensasi mancing di Laut Tomini,  Kabupaten Bolsel.  Kedatangan para pemancing luar negeri ini atas undangan Strike BMR Fishing Community (SBMRFC). (Istimewa)
Enam WNA asal Singapura,  Denmark dan Malaysia, menikmati sensasi mancing di Laut Tomini,  Kabupaten Bolsel.  Kedatangan para pemancing luar negeri ini atas undangan Strike BMR Fishing Community (SBMRFC). (Istimewa)

BOLSEL-  Kawasan laut Kabupaten Bolsel sungguh menjadi surga bagi wisatawan.  Selain keindahan alam bawah laut yang spektakuler,  laut Bolsel juga menjadi idaman bagi para pemancing dalam dan luar negeri.

Akhir pekan ini,  enam warga negara asing (WNA) menikmati destinasi wisata mancing di wilayah tersebut.  Keenam WNA, empat orang dari Singapura,  satu dari Malaysia dan satu berkewarganegaraan Denmark. “Mereka datang ke Indonesia atas undangan dari komunitas mancing di Bolmong Raya yakni Strike BMR Fishing Community (SBMRFC). Kunjungan mereka merupakan yang perdana di Kabupaten Bolsel,” kata Faisal Manoppo,  salah satu pemandu, Minggu (4/2) tadi.

Ujar Fay,  sapaannya,  satu dari enam WNA yang berkewarganegaraan Denmar,  baru sekali ke Indonesia.  “Namanya Thue Christainsen. Dia baru kali ini ke Indonesia dan hanya untuk memancing di laut Bolsel,” ungkap pria ini.

WNA lain seperti Su Wei Loon, Queek Wee Teck, Andrew Lai Mun Pew, dan Tay Li Chen, sudah berkali-kali ke Indonesia dan mengikuti berbagai turnamen mancing di tanah air.

Para pemancing ini mengarungi laut Tomini selama tiga hari.  Mereka menggunakan teknik mancing sport fishing, jingging, casting jingging, dan popping. Salah satu diantaranya berhasil mendapatkan ikan Barakuda seberat 8 kilogram. (Chendry Mokoginta/esm)