Festival Tulude Meriah, Masuk Kalender Jakarta Utara

oleh -
Ketua Umum Nusa Utara Bersatu (NUB) Steven Setiabudi Musa saat diwawancara wartawan usai Festival Tulude di GOR Jakarta Utara. Ist
Ketua Umum Nusa Utara Bersatu (NUB) Steven Setiabudi Musa saat diwawancara wartawan usai Festival Tulude di GOR Jakarta Utara. Ist

JAKARTA – Festival Budaya Adat Tulude yang digelar di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), Sabtu (3/3) lalu berlangsung meriah. Sekira 3.000 warga Nusa Utara (Sitaro, Talaud dan Sangihe) yang ada di wilayah Jabodetabek menghadiri pesta adat asal Sulawesi Utara itu. Tidak mengherankan, jika Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara berencana untuk memasukkan festival Tulude (Sulawesi Utara) untuk menjadi salah satu penampilan dalam festival budaya Jakarta Utara dalam berbagai event. Hal itu disampaikan Walikota Jakarta Utara Husein Murad saat memberikan sambutan di festival tersebut.
“Budaya ini harus dimasukkan dalam festival budaya Jakarta Utara. Setelah saya melihat langsung ini sangat luar biasa, kekayaan nusantara kita. Sehingga lengkap lah NKRI di Jakarta Utara ini. Saya sangat mengapresiasi pagelaran kebudayaan ini semoga rutin setiap tahun. Saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya untuk pak Steven Setiabudi Musa selaku ketua umum panitia. Saya senang mendengar lagu-lagunya sehingga kaki saya pun menghentak-hentak,” papar Husein Muraid yang disambut tepuk tangan meriah.
Anggota DPR RI dari Komisi I Charles Honoris yang turut hadir dalam festival Tulude ini menyebutkan bahwa Indonesia merupakan milik semua warga negara Indonesia apapun budaya dan adat istiadatnya.
Hadir pula dalam kegiatan yang dilaksanakan di outdoor GOR Jakarta Utara ini Duta Besar Indonesia untuk Cina Jauhari Orat Mangun serta yang datang langsung dari Sangihe dan Sitaro yakni Bupati Sitaro Tony Supit, Bupati Sangihe Yabes Gagana.
Steven Setiabudi Musa, Ketua Umum Nusa Utara Bersatu (NUB), menjelaskan jika festival budaya adat Tulude ini diadakan oleh organisasi Nusa Utara Bersatu yang baru terbentuk tahun lalu demi memupuk kecintaan akan budaya lokal. “Organisasi ini kami bentuk karena kerinduan akan budaya Sitaro, Sangihe, dan Talaud. Festival ini menjadi momentum awal untuk menjawab kerinduan kami akan kampung halaman. Acara ini bisa terwujud karena kekompakan kerukunan atau perkumpulan keluarga Sangihe, Sitaro, dan Talaud,” papar Steven yang juga anggota DPRD DKI itu.
Politisi PDIP  itu merasa senang dan bangga karena acara Festival Budaya Tulude 2018 ini mampu menghadirkan lebih dari 3.000 warga Sitaro, Sangihe dan Talaud di Jabodetabek. “Ini sangat luar biasa, yang hadir melebihi perkiraan saya,” jelasnya. rivco tololiu/wr