“Bukan hanya Manado, diharapkan kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara terpacu untuk melaksanakan iven berskala nasional hingga internasional agar pariwisata Sulut kian mendunia dan kita dapat menghadirkan banyak wisatawan asing yang pastinya akan mendongkrak perekonomian daerah,” beber Olly.

Sementara itu, Wali Kota Manado Vicky Lumentut mengatakan, dalam acara pembukaan tidak hanya karnaval di darat saja, tetapi ada atraksi di udara dan laut.

“Di laut ada atraksi jet ski, perahu naga, lomba katinting dan perahu hias. Sementara di udara ada atraksi terjun payung, paramotor dan pesawat tempur yang dipastikan akan sangat menghibur semua orang yang datang menyaksikan,” ujar Lumentut.

Dia mengakui, yang akan ditampilkan di Manado Fiesta 2018, tidak jauh berbeda dengan gelaran perdana. Namun, telah dikemas lebih menarik dan spektakuler.

Dalam karnaval FisCo, tetap diangkat keanekaragaman biota laut yang ada di Bunaken serta berbagai etnis, budaya dan agama yang ada dalam rumah besar Manado.

“Tema kita dalam Manado Fiesta 2018 ini adalah Manado Cerdas Manado Rukun, sehingga selain mengangkat keanekaragaman biota laut yang ada di Bunaken dalam bentuk karnaval kendaraan hias, juga yang kita angkat adalah berbagai suku, agama, budaya yang ada di Kota Manado dalam rumah besar kita,” jelas orang nomor satu di Kota Manado itu.