Sekadar diketahui, kemeriahan mulai terlihat tatkala sekira 26 penerjun terbaik dari kepolisian, TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta para atlet terjun payung Sulut menghiasi langit Manado. Satu-persatu mendarat tepat di panggung kehormatan membuat takjub pengunjung.

Usai disajikan atraksi terjun payung dan paramotor serta pesawat tempur, ribuan pasang mata diarahkan melihat ke arah teluk Manado. Di mana, puluhan perahu telah siap berlomba.

Baik itu katinting, perahu hias dan perahu naga yang dikoordinir Pangkalan Utama Angkatan Laut VIII Manado. Puas menyaksikan atraksi di laut dengan sejumlah perahu dan jet ski, tak berselang lama, rombongan parade rumah besar dan kendaraan hias yang start dari God Bless Park memasuki panggung kehormatan, sekira pukul 17.10 Wita. Parade dari kepolisian dan TNI mengawali pesta karnaval di darat.

Kemudian disusul aksi tarian lokal. Mulai dari katrili hingga atraksi ekstrim tarian perang kabasaran.

Aksi tak kalah menarik juga dipertontonkan rumah besar rombongan Papua dan Maluku yang juga menampilkan tarian perang. Padepokan silat tradisional juga memberi suguhan tak kalah sadis.

Dimana, ada peragaan ilmu meringankan tubuh serta menghancurkan es balok dengan tangan. Parade rumah besar kemarin, hampir menampilkan seluruh keragaman nusantara.