AIRMADIDI-  Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC resmikan Paroki Santo Fransiskus Xaverius Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sabtu (8/9/2018,) di Desa Kema I Kecamatan Kema Kabupaten Minut.

Peresmian dimulai dengan misa syukur 150 Tahun Yubelium Gereja Katolik Kembalinya Tumbuh dan Berkembang Injil di Minahasa.

Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengatakan , angka-angka ini mengandung sejarah penting dalam perkembangan iman umat Katolik di Keuskupan Manado yang meliputi Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

“Sejarah penting mencatat pada 150 tahun yang lalu berawal dari Desa Kema ini Misionaris Pastor Johanes De Vries SJ membaptis 33 orang dan hingga kini umat di Keuskupan Manado mencapai 150.000 orang,” ujar dia.

“Semoga semangat Pastor De Vries ini dapat terus  menjadi teladan di tengah umat di Kevikepan Tonsea serta keuskupan Manado,” tambah Uskup, dihadapan 5000-an umat dan undangan yang hadir.

Di sela misa juga dilaksanakan pembatisan enam orang umat, sekaligus juga penerimaan sakramen Krisma dan pelantikan dan pengutusan Pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Fransiskus Xaverius Kema.

Sebelum misa digelar diadakan arak-arakan dan penghormatan obor dan salib Yubelium 150 tahun dilanjutkan kemudian dengan peresmian patung Misionaris pertama Pastor De Vries.

Sementara itu, Wakil Bupati Minut Joppy Lengkong mengatakan, mewakili pemerintah menyampaikan selamat atas diresmikannya Paroki Santo Fransiskus Xaverius Kema. Diucapkan selamat atas beridinya paroki baru ini.

“Semoga kedepannya pelayanan dan kualitas iman umat yang ada di paroki ini semakin maju dan berkembang. Kami juga mengajak umat untuk membina kerukunan di tengah masyarakat. Karena Desa Kema ini punya sejarah pekabaran injil yang juga dimulai oleh misionaris Riedel dan Schwartz,” harap dia

Ketua Panitia Fabian Kaloh pada laporannya mengatakan, pelaksanaan Misa Syukur ini merupakan puncak acara 150 Tahun Yubelium yang dilaksanakan sejak bulan januari 2018.

“Obor dan Salib Yubelium  150 tahun ini telah diarak oleh seluruh umat Kevikepan Tonsea di sembilan Paroki sejak bulan Januari. Amat terlebih ikut berpartisipasi tokoh umat Om Piet Luntungan yang terus memotivasi OMK di tiap Paroki dalam mengarak Obor dan Salib Yubelium,” terang Kaloh.

Lanjut dia, mulai Sabtu (8/9/2018) Obor dan Salib setelah diarak dan singgah di rumah umat, Obor dan salib ditahtakan di Gereja untuk kemudian pada Kamis (13/9/2018) jam 17.00 Wita akan diarak oleh seluruh Orang Muda Katolik (OMK) bersama umat dan Pastores menuju ke Lota  Pineleng untuk acara penutupan 150 Tahun Yubelium.

Diketahui, peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Uskup disaksikan oleh para pastores serta seluruh umat dan tamu undangan.

Sebelumnya dibacakan surat keputusan berdirinya paroki baru dan diangkatnya Pastor Paroki.

Paroki Santo Fransiskus Xaverius diresmikan melalui SK Uskup Manado nomor 79/X/2018/KM ini merupakan Paroki yang ke sembilan dalam Kevikepan (wilayah pelayanan gereja katolik yang terdiri dari sejumlah Paroki) Tonsea.

Sedangkan untuk Keuskupan Manado adalah Paroki yang ke-66.

Keputusan pengesahan Paroki baru ini juga diikuti dengan SK nomor 80/X/2018/KM tentang penunjukan Pastor Paroki yakni Pastor Wens Mawitjere Pr yang akan bertugas melayani umat di Paroki tersebut.

Hadir dalam Misa Syukur 150 Tahun Yubelium ini, Wakil Bupati Minut  Joppi Lengkong, Dandim 1310 Bitung-Minut yang diwakili Pabung Mayor Inf. Richard Pusung, Kapolres Minut AKBP Alfaris Patiwael yang diwakili Kepala SPKT Iptu Poltje Wonigkey, Camat Kema Richard Dondokambey, Kapolsek Kema Iptu Munasir, Anggota Dewan Minut Julita Jouke Karuntu, para Suster (Biarawati), serta Pastores Kevikepan Tonsea. (valentino warouw/rds)