Mitra Ketambahan 1.039 Pemilih

oleh
Tampak pleno KPU Mitra yang digelar kemarin.(Foto:istimewa)

RATAHAN– Pemilih Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bertambah 1.039 jiwa. Jumlah ini ditetapkan lewat hasil pleno tahapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Dua (DPTHP-2) di Kantor KPU Mitra, kemarin.

“Data pemilih sebelumnya lewat DPTHP-1 jumlahnya 82.595 pemilih. Tetapi kemudian setelah dilakukan perbaikan dari tingkatan PPS dan PPK, jumlahnya bertambah menjadi 83.634 pemilih.

Jadi ada ketambahan 1.039,” ungkap Koordinator Divisi Perencanaan, Data dan Informasi didampingi empat komisioner lainnya.

Menurut Irfan, ketambahan jumlah pemilih ini meliputi bertambahnya pemilih pemula serta warga yang pindah domisili.

“Paling banyak adalah pemilih baru yang berusia 17 tahun. Jumlahnya ada 1.377 pemilih. Namun dari hasil ini kemudian ada juga pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yang dikeluarkan. Seperti yang meninggal dunia, ataupun yang pindah domisili,” terangnya lagi.

Menariknya, dalam rapat pleno DPTHP-2 ini, diwarnai dengan sejumlah rekomendasi pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Diantaranya terkait kinerja jajaran penyelenggara ditingkatan PPS dan PPK.

Salah satu pimpinan Bawaslu kabupaten Mitra Dolly Van Gobel menyebut, rekomendasi yang dilayangkan setelah pihaknya melakukan pengawasan dalam tahapan pleno DPTHP1 tingkat desa dan kecamatan.

“Ada beberapa desa dan kecamatan yang dalam pengawasan kami, kurang proaktif dalam tahapan ini. Ini berdasarkan laporan dilapangan. Kita kemudian merekomendasikan ke KPU untuk menindaklanjuti hal ini,” desaknya.

Dolly mencontohkan terkait pleno tingkat kecamatan di Ratatotok yang tidak dihadiri oleh PPS. Belum lagi persoalan dibeberapa kecamatan yang punya persoalan yang sama.  “Ini tahapan krusial dan harapan kami tidak terjadi lagi ke depan,” pungkas Dolly.

Sementara, menyikapi rekomendasi tersebut, Ketua KPU Wolter Dotulang memastikan akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut.

“Kami pahami rekomendasi ini adalah bagian motivasi bagi kami untuk lebih maksimal menghasilkan data pemilih yang akurat. Terkait kekurangan petugas kami dilapangan, akan kita tindaklanjuti,” tegas Dotulang. (Marvel Pandaleke/cr)