Kemenhub Kampanye Keselamatan Penerbangan di Bandara Sam Ratulangi

oleh -
Direktur Keamanan Penerbangan Dadun Kohar saat mengkampayekan keselamatan penerbangan di Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah VIII Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Minggu, 10/2/2019. KORAN SINDO MANADO/MARCOS BUDIMAN

MANADO— Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan kampanye keselamatan penerbangan di 10 bandara secara serentak, termasuk di Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah VIII Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado.

Dirjen Perhubungan Udara  Polana B. Pramesti melalui Direktur Keamanan Penerbangan Dadun Kohar mengatakan, pihaknya melakukan kampanye keselamatan penerbangan melalui kegiatan sosialisasi  dan ramp check seluruh fasilitas dan personel penerbangan.

“Keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab semua pemangku kepentingan di sektor penerbangan, baik regulator, operator, maupun masyarakat, bahkan manufaktur pesawat terbang. Untuk itu semua pemangku kepentingan penerbangan harus bersatu serta bekerja sama menciptakan dan membudayakan keselamatan penerbangan nasional,” kata Dadun ketika melakukan Kampanye Keselamatan Penerbangan di OBU VIII Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Minggu, 10/2/2019.

Menurut Dadun, Ditjen Perhubungan Udara sebagai regulator penerbangan sipil berupaya untuk terus melakukan pengawasan demi meningkatkan keselamatan penerbangan. Untuk melakukan pengawasan yang berkesinambungan, Ditjen Perhubungan Udara memiliki 10 OBU sebagai kepanjangan tangan di daerah-daerah.

Ke-10 OBU itu adalah OBU Wilayah I Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang; OBU Wilayah II Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang; OBU Wilayah III Bandara Internasional Juanda, Surabaya; OBU Wilayah IV Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali; OBU Wilayah V Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar; OBU Wilayah VI Bandara Internasional Minangkabau, Padang; OBU Wilayah VII Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan; OBU Wilayah VIII Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado; OBU Wilayah IX Bandara Rendani, Manokwari; OBU Wilayah X Bandara Mopah, Merauke.

Kata Dadun, seluruh Kepala OBU beserta jajarannya harus proaktif dan terus menerus melakukan pengawasan kepatuhan pada regulasi dan  standar operasional prosedur  (SOP).

“Tanpa pengawasan, keselamatan akan diabaikan dan tak akan terjamin. Upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan akan sia-sia,” ucapnya.

Pada akhir tahun 2018, katanya, antara regulator dan operator penerbangan sudah menandatangani “safety commitment” untuk mengingatkan kembali komitmen terhadap terciptanya keselamatan penerbangan.

“Sebagaimana termaktub dalam Safety Management System (SMS), salah satu pilarnya adalah Safety Promotion, yaitu stakeholders diminta juga untuk melakukan kampanye keselamatan di wilayah kerja masing-masing,” ucapnya. (stenly sajow)