Toemandoek Ikut Rapat Penyusunan RKA Kemenhub Tahun 2020

oleh -
Tampak suasana Rapat Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tahun 2020 di Jakarta. (ist)

MANADO-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut Ricky Toemandoek menghadiri rapat Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tahun 2020 di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Saat memberikan arahan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, kegiatan ‘Pembukaan Pagu Kebutuhan RKA Kemenhub Tahun 2020 Dalam Aplikasi E-Planning’, merupakan langkah awal dari proses perencanaan anggaran kegiatan pembangunan, pengembangan dan rehabilitasi sarana dan prasarana sektor perhubungan sebagai amanah pelaksanaan Undang Undang (UU) Nomor 17 tahun 2013, Tentang Keuangan Negara.

“Penyusunan RKA tahun 2020 merupakan tahun pertama pada RPJMN ke-4 tahun 2020-2024, yang bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur,” ungkap Sumadi.

Kepala Bappeda Sulut Ricky Toemandoek menuturkan, tema rancangan RPJMN 2020-2024, yakni Indonesia berpengasilan menengah-tinggi yang sejahtera, adil dan berkesinambungan yang dapat diwujudkan dengan lima sasaran, yaitu pembangunan manusia, energi pangan dan SDA, pembangunan peningkatan nilai tambah ekonomi, konektivitas, pembangunan politik, hukum, pertahanan dan keamanan.

“Sebagaimana disampaikan menteri, kalau sampai kapanpundan di wilayah manapun sektor transportasi akan menjadi sektor yang mempunyai peran penting dan strategis. Transportasi berperan dalam distribusi penumpang, barang dan jasa ke seluruh pelosok tanah air maupun antarnegara,” ungkap Toemandoek.

Lewat pertemuan tersebut, lanjut dia, dibahas juga sektor transportasi dan pembangunan sarana seperti pelabuhan, bandara, terminal, jalur kereta api dan pelayanan keperintisian. Kata Toemandoek, tema RKP tahun 2020 yang sedang disusun oleh Bappenas adalah peningkatan SDM untuk pertumbuhan berkualitas.

“Adapun rancangan prioritas RKP tersebut meliputi, pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan, penguatan konektivitas dan pemerataan, nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja, ketahanan pangan, air, energi dan lingkungan hidup, serta stabilitas pertahanan dan keamanan,” tukasnya. (rivco tololiu)