MUI Sulut Kecam Tindakan Perusuh

oleh -
Ketua MUI Sulut dan Kapolda Sulut. (FOTO: Istimewa)

MANADO- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kecam aksi anarkis yang dilakukan sekelompok orang dalam menyikapi hasil Pemilu khususnya Pilpres 2019.

Berdasarkan rilis yang diterima SINDOMANADO.COM, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut KH Abd Wahab Abd Gafur mengatakan, situasi kamtibmas saat pelaksanaan pengumuman oleh KPU RI, awalnya berjalan baik, namun lama-kelamaan katanya sudah menjurus ke aksi anarkis.

“Demo ini memang diatur dalam Undang-Undang, yang tidak dibolehkan adalah anarkis. Kita lihat Polisi sudah berusaha untuk menenangkan masyakarat agar tidak anarkis. Dan saya sendiri memantau di TV,” ujar dia, Senin (27/5/2019)

Menurut dia, penyampaian pendapat dan berkumpul itu diatur dalam Undang-Undang, tapi kalau sudah rusuh itu tentunya dari pihak Kepolisian dan dibantu oleh TNI akan melakukan usaha-usaha agar bagaimana mereka itu tidak melakukan anarkis melalui prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan.

“Jadi saya lihat Polri dan TNI sudah melakukan itu semua, dari tahap awal sampai tahap akhir, mereka disuruh pulang untuk sahur tapi hal itu tidak diindahkan oleh pendemo. Nah mungkin ini ada susupan-susupan atau penyusup yang ada didemo,” terang dia

Lanjut dia, mendukung langkah tegas penegak hukum terhadap para perusuh tersebut, yang sudah sangat mengganggu masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa. Wajar jika ditangkap dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum

“Interogasi siapa sebenarnya dibelakang mereka, itu yang perlu diketahui, mungkin mereka itu dibayar atau apa. Yang jelas mereka sudah melakukan pembakaran dan sebagaimana itu dapat di hukum setimpal dengan Undang-Undang di Negara kita, kalau mereka mengerti ini Negara hukum maka tempuhlah dengan jalur hukum, tidak puas tentunya ada Mahkamah Konstitusi (MK),” harap dia

Dia mengajak, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar menghormati keputusan KPU yang sudah dilaksanakan berdasarkan fakta.

“Mari kita hormati dan hargai yang sudah diputuskan KPU. Selamat kepada Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019 hingga 2024,” pungkas dia. (Christy Lompoliuw)