AA Maramis, Tokoh Perumus Pancasila Asal Sulut akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2019

oleh -
Tampak, foto AA Maramis (duduk sebelah kiri) bersama Sam Ratulangi. (

MANADO – Satu lagi gelar pahlawan akan disematkan kepada  putra terbaik Provinsi  Sulawesi Utara. Dia adalah  Almarhum Alexander Andries (AA) Maramis yang akan dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional 2019.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey membenarkannya. Dia mengaku telah menerima surat dari Direktur Jendral Pemberdayaan Sosial Kementrian Sosial (Kemensos) RI terkait undangan untuk menghadiri agenda Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional 2019 kepada AA Maramis.

“Ini pastinya jadi satu kebanggaan bagi warga Bumi Nyiur Melambai. Pengakuan Pahlawan Nasional asal Sulut bertambah,” ucap Gubernur Olly, Kamis (7/11/2019).

Dia menjelaskan, agenda penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional 2019 tersebut akan berlangsung di Istana Negara pada  8 November.

“Ini jadi harapan banyak masyarakat di Sulut. Tentunya, perjuangan dan pengabdian Almarhum AA Maramis dapat menjadi teladan bagi kita semua,” tukasnya.

Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional bagi AA Maramis merujuk pada keputusan Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang menyetujui dan merekomendasikan almarhum AA Maramis untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.

Surat rekomendasi pemberian gelar tersebut, ditandatangani Gubernur Olly Dondokambey tertanggal 11 Mei 2018.

Adapun pertimbangan gubernur adalah rumusan dan rekomendasi hasil seminar AA Maramis menuju Pahlawan Nasional pada tanggal 29 Oktober 2015, di Novotel Manado Golf Resort Manado.

Kedua, rekomendasi Bupati Minahasa Utara nomor: 582/BMU/VII/2017 tanggal 31 Juli 2017 perihal pengusulan calon Pahlawan Nasional AA Maramis.

Ketiga, pandangan dan pendapat orang dan tokoh masyarakat terhadap AA Maramis.

Keempat, hasil sidang Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah Provinsi Sulawesi Utara (TP2GD) tanggal 11 Mei tahun 2018 dalam rangka usulan calon Pahlawan Nasional atas nama AA Maramis.

“AA Maramis termasuk salah seorang tokoh dalam ‘panitia lima’ yang ditugaskan pemerintah untuk merumuskan Pancasila. Dan banyak jasa beliau bagi negeri ini,” tandas Olly.

Sekedar diketahui, saat ini ada delapan tokoh asal Sulut yang ditelah dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional yakni Dr GSSJ Ratulangi SK 890 tahun 1961, Arie F Lasut SK 012/TK tahun 1961, Maria Walanda Maramis SK 012/TK tahun 1961, Piere Tendean SK no III/koti/tahun 1965, Robert Wolter Mongisidi SK no 88/TK tahun 1973, Jahja Daniel Dharma (John Lie) SK no 085/TK/tahun 2009, Lambertus Nicodemus Palar SK no 68/TK tahun 2013 dan Bernard Wilhelm Lapian SK no 116/TK/tahun 2015. (rivco tololiu)