CEO Sulut United Berikan Hak Jawab Terkait Pungutan Biaya Masuk “Tiket” Diduga Bermasalah di Stadion Klabat Manado

oleh -
Laga Sulut United di Stadion Klabat Manado. (dok.Sindo)

MANADO- CEO Sulut United Bima Sinung Widagdo memberikan hak jawabnya terkait pemberitaan Pungutan Biaya Masuk “Tiket” Nonton Sulut United 2019 di Stadion Klabat Manado Diduga Bermasalah yang di publikasikan pada 10 Februari 2020 di portal berita sindomanado.com

Berdasarkan gambar yang dikirimkan LMO Sulut United Rachman Bachmid di group Whatsapp Media Center Sulut United 12 Februari 2020 menerangkan sekira lima poin, mengetahui CEO Sulut United Bima Sinung Widagdo

  1. Skema penggunaan stadion klabat sedang difinalisasi syarat dan ketentuan nya.
  2. Walaupun dibebaskan dari biaya sewa, klub diwajibkan untuk melakukan pemeliharaan stadion, dimana untuk melakukan pemeliharaan diperlukan biaya yang tidak sedikit.
  3. Penyelenggaraan pertandingan memerlukan biaya yang tidak sedikit (belum termasuk biaya oprasional klub lain), sehingga penjualan tiket belum tentu menutup biaya yang dikeluarkan.
  4. Seperti yang pernah disampaikan di Press Conference awal, akan ada peninjauan kembali terhadap harga tiket, yang akan disampaikan segera.
  5. Pihak klub akan memenuhi ketentuan yang berlaku

 

 BERITA TERKAIT: Pungutan Biaya Masuk “Tiket” Nonton Sulut United 2019 di Stadion Klabat Manado Diduga Bermasalah

 

BERITA SEBELUMNYA 

 

Pungutan Biaya Masuk “Tiket” Nonton Sulut United 2019 di Stadion Klabat Manado Diduga Bermasalah

 

MANADO- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memfasilitasi pemakaian Stadion Klabat secara gratis di Liga 2 Indonesia Tahun 2019 kepada Manajemen Bogor FC Sulut United.

Namun, manajemen melalui panitia penyelenggara (Panpel) pertandingan melakukan pungutan biaya masuk (tiket) kepada masyarakat yang ingin menyaksikan atau menonton pertandingan Bogor FC Sulut United di Stadion Klabat Manado di 2019 lalu, diduga bermasalah.

Pasalnyabiaya masuk atau tiket dikelolah langusung panpel manajemen Sulut United. Padahal lapangan Stadion Klabat milik dan aset Pemprov Sulut bukan swasta.

Bahkan belum ada perjanjian sewa antara pihak Pemerintah dan Manajemen Sulut United. Harga tiket juga sempat dikeluhkan masyarakat karena terlalu mahal. Pun, hasil penjualan tiket langsung digunakan untuk oprasional Panpel pertandingan Sulut United.

Saat dikonfirmasi, Asisten Manajer Sulut United Vian Rondonuwu membenarkan terkait adanya tiket masuk ke masyarakat yang ingin menonton pertandingan Bogor FC Sulut United di tahun 2019 lalu.

“Uang hasil penjualan tiket musim lalu untuk membiayai operasional panitia penyelenggara pertandingan, biaya keamanan, medis, damkar, man power, transportasi tim lawan, wasit, pp, kebersihan lapangan, kebersihan tribun dan lainnya,” ujar Rondonuwu, saat dikonfirmasi 4 Februari 2020, lalu, kepada SINDOMANADO.COM.

Menurut dia, itu pun pendapatan tiket tidak menutupi biaya operasional panpel, apalagi operasional tim secara keseluruhan. Untuk tahun lalu, Sulut United membantu proses renovasi Stadion Klabat agar bisa lolos verifikasi, data-data nya semua ada, sudah diperiksa juga tim audit, nanti angka tersebut akan dimasukkan ke dalam point terkait sewa stadion, ketika nilai sewa tersebut sudah ada.

“Yang seharusnya sebagai penyewa masuk ke dalam satu tempat yg disewakan, tempat tersebut seharusnya sudah layak untuk digunakan si penyewa. Beda hal nya Stadion Klabat tahun lalu, saat masuk belum siap sama skali,” terang dia.

SELANJUTNYA …