Sehari, Polresta Manado Terima Dua Laporan Kasus Ayah Cabuli Anak  

oleh -
Salah satu korban saat melapor di Polresta Manado, Kamis (28/5/2020). (FOTO: Deidy Wuisan)

MANADO– Meski berpredikat Kota Layak Anak, kasus percabulan di Kota Manado masih kerap terjadi.

Kamis (28/5/2020), dua kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh orang dekat, satunya ayah kandung dan satu lagi oleh ayah tiri yang dengan tega setubuhi anak perempuannya yang masih di bawah umur dilaporkan ke Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Manado.

Kasus pertama terjadi pada korban, sebut saja Anggrek,14, salah satu warga di Kecamatan Singkil. Gadis belia ini diketahui dicabuli oleh ayah kandungnya yakni HM, 30-an, warga Kecamatan Bunaken. Peristiwa kelam itu terjadi di rumah terlapor sekira pukul 18.00 WITA, Jumat (22/5/20).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terbongkar setelah ibu korban yakni IP, 48, melihat gelagat aneh pada korban. Dari situ ibu rumah tangga (IRT) itu pun langsung mengintrogasi korban. Dengan polos, korban pun membongkar semua perbuatan bejat pelaku.

Korban mengungkapkan bahwa ayah kandungnya menyetubuhi dirinya. Perbuatan tidak terpuji itu dilakukan ketika rumah pelaku dalam keadaan sepi dan dilakukan berulang kali di waktu yang berbeda.

Kasus percabulan oleh orang dekat kedua menimpa korban sebut saja Tulip, 11, salah satu warga di Kecamatan Mapanget. Tulip yang masih belia ini tega dicabuli oleh ayah tirinya sendiri WK, 35. Kejadian tidak terpuji itu terjadi di rumah pelapor, sejak 2019 lalu, namun baru dilaporkan.

Berdasarkan pengakuan korban kepada polisi, perbuatan ayah tirinya itu terbongkar setelah korban mengadukan kepada orang tuanya. Dimana menurut korban, pelaku yang diketahui ayah tirinya itu sering mengajak korban saat rumah dalam keadaan sunyi, memanfaatkan situasi sepi di situ pelaku melancarkan aksi bejatnya.

Akibat dari perbuatan tidak terpuji itu membuat korban merasa malu. Didampingi ibunya, korban pun membuat laporan ke pihak yang berwajib untuk sefera diproses sesuai hukum berlaku.

Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Tommy Aruan, saat dikonfirmasi membenarkan adanya dua laporan asusila tersebut.

“Kami sudah menerima laporannya dan saat ini sedang ditindak lanjuti dalam proses penyelidikan unit perlindungan perempuan dan anak (PPA),” tuturnya saat dikonfirmasi wartawan KORANSINDO MANADO/SINDOMANADO.COM.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Unit PPA Polresra Manado AKP Marmi Asih menyebut, faktor pemicu terjadinya kasus pencabulan yang dilakukan orang-orang terdekat korban, mulai dari istri yang jarang di rumah karena sibuk bekerja, hingga pengaruh konten porno. “Paling dominan akibat film porno. Apalagi sekarang untuk mengaksesnya sudah sangat mudah, cukup dengan gawai,”ujarr dia.

Lanjut Asih, menyebut tersangka asusila teruadap anak dapat terancam Pasal 289 KUHP tentang pemaksaan melakukan perbuatan cabul dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Polisi juga menyiapkan pasal alternatif tentang perlindungan anak yang diatur dalam Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman lebih tinggi”,tutupnya. (Deidy Wuisan)