Bersatu Kita Teguh (Semangat Gotong Royong)

oleh -
Penulis: Dr. Preysi S Siby, S.Psi, M.Si. (Istimewa)

“MARI, bergotong royong, bersatu padu, dengan kedisiplinan yang kuat, untuk bersama-sama keluar dari kesulitan ini”- Presiden Joko Widodo. Pada hakekatnya sebagai masyarakat bangsa Indonesia kita harus mencintai serta selalu menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Rasa cinta terhadap bangsa dan Negara dapat diwujudkanmelalui toleransi terhadap berbagai keragaman budaya yang ada di Indonesia sehingga akan muncul integrasi sosial kerjasama yang diwujudkan dalam Gotong Royong.

Istilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Gotong berarti pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Secara harafiah, gotong royong berarti mengangkat secara bersama-sama atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama.

Gotong royong merupakan kearifan lokal budaya bangsa Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama, saling membantu tanpa mengharap apapun yang dilakukan warga masyarakat dalam kehidupan sosial guna mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Istilah gotong royong juga bisa diartikan menjadi partisipan aktif bagi setiap individu yang ikut terlibat baik berbentuk tenaga, mental, materi, keterampilan dan sebagainya serta keterlibatannya mendapat nilai positif dari yang merasakannya.

Gotong-royong merupakan bagian dari etika sosial dan budaya yang bertolak dari rasa kemanusiaan (Tap MPR No VI/MPR/2001. Menurut Koentjaraningrat (1987), sikap gotong royong dapat dikategorikan dalam 2 macam yaitu gotong royong menolong serta gotong royong kerja bakti. Sehingga gotong royong bukan sepenuhnya berkaitan dengan bekerja bakti saja, melainkan juga pada bentuk saling tolong menolong.

Ir. Sukarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945, beliau mengatakan “Gotong royong adalah faham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan,..gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan; gotong royong adalah membanting tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama.

Amal buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua” (Kusuma, A.B, 2004). Sehingga bagi bangsa Indonesia gotong royong tidak hanya bermakna sebagai perilaku, namun juga berperan sebagai nilai-nilai moral.

Jadi gotong royong memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang mencerminkan sikap kenegarawan dan kebangsaan Indonesia yang melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

Semangat ini sangat perlu bagi kita untuk menjadikan kehidupan berbangsa kita yang kini mulai terkotak-kotakan dengan kepentingan yang sesaat gantinya kita kembali bersatu dalam sebuah bangsa besar yang rakyatnya bersatu padu bergotong royong, bahu membahu, mempersatukan kepelbagaian untuk kepentingan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Nilai gotong royong dalam sistem budaya mayarakat Indonesia mengandung empat konsep, yaitu: 1) Manusia itu tidak sendiri di dunia ini tetapi dilingkungi oleh komunitasnya, masyarakatnya, dan alam semesta sekitarnya;

2) Dengan demikian pada hakikatnya manusia tergantung dalam segala aspek kehidupannya kepada sesamanya; 3) karena itu, ia harus selalu

berusaha sedapat mungkin memelihara hubungan baik dengan sesamanya terdorong jiwa sama rata sama rasa; 4)selalu berusaha untuk sedapat mungkin bersifat conform, berbuat sama dengan sesamanya, terdorong oleh jiwa sama tinggi sama rendah. (Bintarto dalam Pasya, 2000).

(bersambung)