MANADO- Kota Manado menjadi penyumbang terbanyak penambahan kasus virus korona (Covid-19) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) setiap harinya.
Seminggu terakhir, ibu kota Provinsi Sulut itu hampir setiap hari jadi nomor satu yang mencatatkan penambahan kasus Covid-19 di Sulut. Hanya pada 10 Juli 2020 saja Kota Tinutuan itu ‘kalah’ dari Kota Tomohon.
Oleh karenanya, sesuai yang disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, Kota Manado disebut episentrum penyebaran Covid-19 di Sulut.
“Sebaran yang sangat tinggi tersebut menjadikan Manado sebagai episentrum pandemi Covid-19 di Sulut,” ujar Dandel kepada awak media beberapa waktu lalu.
Disamping itu, dirinya juga mengatakan, saat ini di Manado sudah tidak mengenal cluster lagi, dimana penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini telah ada di mana-mana.
“Sudah tidak dibuat cluster lagi (di Kota Manado), karena sudah murni transmisi lokal (Covid-19),” beber Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu.
Sekadar diketahui, transmisi lokal Covid-19 dapat diartikan sebagai kasus infeksi Covid-19 yang terjadi antarmasyarakat, atau sudah tersebar di tengah masyarakat, sehingga seseorang bisa terinfeksi tanpa harus bepergian ke luar wilayah atau bertemu dengan orang asing dari luar wilayahnya.
Berdasarkan data hingga 17 Juli 2020, kasus Covid-19 di Kota Manado telah mencapai angka 1.098 kasus. Itu berarti, Kota Manado ‘mengoleksi’ 61% kasus Covid-19 di Bumi Nyiur Melambai ini.
Hal ini tentu harus menjadi perhatian bersama, baik itu dari para pejabat pengambil keputusan, maupun warga masyarakat yang mencari nafkah di Kota yang telah menginjak usia ke-397 pada tahun ini, agar penyebaran Covid-19 tak makin meluas. (Fernando Rumetor)


Tinggalkan Balasan