Heboh Penemuan Jasad Lansia di Teling Atas Manado, Diduga Punya Riwayat Hipertensi

oleh -
Penemuan jasad lansia di Teling Atas Manado. (FOTO: Deidy Wuisan)

MANADO- Warga Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat seorang lansia, Rabu (5/5/2021) sekira pukul 10.00 WITA.

Diketahui jasad tersebut bernama, Edi Hermanto, 65, yang ditemukan meninggal dunia pertama kali oleh istrinya di dalam dapur rumahnya di Kelurahan Teling Atas, namun akibat belum mengetahui secara pasti sebab korban meninggal akhirnya pihak keluarga menghubungi kepolisian setempat.

Kapolsek Wanea, AKP Bartholomeus Dambe, saat di lokasi TKP menjelaskan awal mula kejadian tersebut, istri korban, Ellen Lukas, 65,  menemukan suaminya sudah terbujur kaku di dapur rumah, selepas menyapu pekarangan rumah. Sontak Ellen panik lantas mengontak anaknya.

“Saksi kemudian masuk ke dalam rumah dan masuk ke dapur melihat korban sudah berada di lantai dekat mesin cuci dalam keadaan telungkup. Sudah tidak sadarkan diri. Kemudian saksi menghubungi anaknya,” kata Kapolsek Wanea AKP Bartholomeus Dambe, Rabu (5/5/2021).

Korban kemudian diperiksa oleh Tim Medis RS Advent, namun sayangnya korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Sementara anggota UKL Polsek Wanea langsung menghubungi unit Identivikasi dan DVI Rumah Sakit Bhayangkara.

“Anggota UKL Polsek Wanea tiba di TKP menggunakan wanea 801 dan mendapati korban sudah terbujur kaku dalam keadaan telungkup dan berdarah di bagian hidung. Anggota langsung menghubungi unit identivikasi dan DVI rumah sakit Bhayangkara,” tutur AKP Bartholomeus.

Lebih lanjut, AKP Bartholomeus mengatakan, dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di tempat kejadian perkara, diketahui bahwa korban mempunyai riwayat penyakit darah tinggi atau hipertensi.

Tidak menutup kemungkinan korban mengalami pusing dan jatuh terbentur di sudut lantai. Dalam pemeriksaan dari Tim Inafis Polresta Manado tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan

“Jenazah korban tidak dilakukan autopsi sesuai permintaan keluarga dan telah dibuatkan berita acara penolakan yang diketahui oleh pemerintah kelurahan setempat,” pungkas Dambe. (Deidy Wuisan)