Kampung Bahari Tambu Sausu dan Segudang Potensi Pariwisata

oleh -
Pencanganan Kampung Bahari Tambu Sausu di Kabupaten Parimo. (Foto: SINDO/Marfel)

Penulis : Marfel Pandaleke

PARIMO/SULTENG

Sore itu, Senin 28/6/2021 menjadi hari yang sibuk bagi warga Desa Tambu Kecamatan Sausu Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah. Sebuah desa pesisir kecil di gugusan Teluk Tomini.

Seluruh sudut desa dihias. Ada janur kuning dipajang menarik di Gapura pintu masuk Desa. Ada umbul-umbul berjejer rapi sebelum akhirnya melintas dikawasan hutan Manggrov dengan deretan rumah khas Nelayan.

Disini, sejumlah pria berseragam tentara tampak lalu lalang. Demikian halnya dengan warga bahu membahu menyiapkan hajatan besar. Ditetapkannya Desa Tambu sebagai Kampung Bahari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) membuat warga antusias.

Ditengah keramaian, tampak seorang pria bertubuh gempal berseragam mengamati setiap tempat acara. Tak lain dirinya adalah  Kolonel Marinir Marthin Luther Ginting Tr Hanla. Sosok ini sang inisiator hajatan.

Sore menjelang malam, hujan keburu turun. Para marinir hingga warga berbegas menuntaskan semuanya. Tak ketinggalan sang Kolonel. Dirinya urung pulang sebelum segala sesuatunya rampung. Menyemat jabatan Komandan Pangkalan AL Palu, tak lantas membuat dirinya bergeming. Dia tak ketinggalan sibuk ikut berbenah. Setiap sudut lokasi kegiatan tak luput dari amatan untuk memastikan semua dalam kondisi baik.

Sejenak beristirahat, segelas kopi dan pisang goreng jadi teman penghangat dan pengganjal perut tersaji. Kolonel Ginting bercerita soal keinginanya membangun  Desa Tambu lewat Kampung Bahari Nusantara.

“Kita maunya desa ini dari sisi perekonomiannya terangkat. Caranya gimana? Ya kita berikan edukasi, kita bangun fasilitas penunjang dan kita genjot pariwisatanya,” terang Kolonel yang kerap melontarkan pantun jenakanya.

“Disini juga kita bangun perpustakaan, kita sediakan komputer dan jaringan internet biar bisa digunakan warga untuk tambah wawasan,” sambungnya.

Desa Tambu ditetapkan sebagai Kampung Bahari dengan pertimbangan standar kelayakan dengan beragam potensi.

Acaranya memang dilangsungkan tidak biasa mengingat penerapan protokol kesehatan ketat harus dijalankan. Setiap pengunjung diharuskan memakai masker, jaga jarak hingga harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Hari dinantipun tiba. Para tamu disuguhkan pagelaran seni budaya. Ada atraksi tarian khas Bali dengan musik Gamelan. Betapa tidak, sebagian warga Tambu adalah transmigran asal Bali yang sudah menetap puluhan tahun. Kehadiran mereka pelengkap keragaman budaya dan tradisi desa Tambu.

Ada pula atraksi Paramotor, atraksi perahu hias hingga penanaman terumbu karang. Tak ketinggalan rombongan penyelam asal Manado yang ikut mengeksplor wisata bawah laut desa Tambu.

Yang tampak paling semringah dengan suksesnya acara ini adalah Kepala Desa Tambu, Moh.Astil. Tak henti dirinya memuji pihak TNI AL sebagai kreator dan penggagas acara.

“Jujur pak semenjak Indonesia merdeka, baru kali ini kita merasa ada perhatian khusus bagi kami dengan kehadiran TNI AL. Saya dan warga desa bangga sekaligus ini menjadi pelecut semangat bagi kami untuk mengembangkan potensi yang ada. Kita punya mimpi dari desa kecil ini dengan masyarakat yang ekonominya masih pas pasan, akan menjadi desa maju dan tersohor lewat pariwisata,” ujar Astil.

Dilain pihak, apresiasi  juga dilontarkan Bob Sumoket. Dia adalah salah satu tamu asal Manado yang ikut dibuat kepincut dengan potensi yang dimiliki desa Tambu. Sebagai penggiat pariwisata, dia melihat jika hajatan Kampung Bahari Nusantara oleh TNI AL menjadi pintu masuk pengembangan pariwisata.

“Disini punya pesisir pantai yang bagus, ada hutan manggrov, underwater. Termsuk juga dukungan geografis perbukitan untuk kegiatan paralayang dan Paramotor. Nah ini harus dikemas menarik untuk dijual sebagai destinasi wisata,” timpalnya.

Selain itu, dukungan fasilitas seperti halnya Home Stay, menyiapkan sumber daya manusia, termasuk dukungan lingkungan yang kondusif, bersih dan nyaman. Pengembangan berkelanjutan  hingga promosi secara masiv dengan kemasan menarik melibatkan semua stake holder pariwisata.

“Konsep pengembangan Ekowisata atau ekotourisme. Disini bagaimana memberdayakan masyarakat untuk peningkatan ekonomi serta pengelolaan pariwisata yang ramah lingkungan. TNI AL lewat Kampung  Bahari Nusantara sudah memulainya, tinggal bagaimana peluang ini ditangkap oleh pemerintah daerah termasuk warga desa Tambu sendiri,” terang Bob.