Cegah Gangguan Kamtibmas, Begini Strategi yang Dilakukan Polsek Sonder

oleh
Kapolsek Sonder IPDA Muhamad Syarif saat diwawancarai SINDOMANADO.COM. (foto: istimewa)

MINAHASA – Kecamatan Sonder merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Minahasa yang tingkat kriminalitasnya terbilang rendah.

Itu lantaran kuatnya koordinasi yang dibangun pihak kepolisian bersama pemeritnah desa, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Kepada SINDOMANADO.COM, Kapolsek Sonder IPDA Muhamad Syarif membeber upaya yang dilakukan Polsek Sonder dalam menjaga Kamtibmas.

Ia mengatakan, anggota Polsek Sonder dalam menjalankan tugas dan fungsi mengedepankan tindakan preemtive, preventive dan represif.

“Fokusnya sekarang pada tindakan preemtive dan preventive dalam menjaga Kamtibmas. Kalau lalu dengan tindakan represif,” ungkapnya, Kamis (11/11/2021).

Kapolsek termudah di Sulut ini menjelaskan apa yang dimaksud dengan tindakan preemtive, preventive dan represif.

Perwira polisi pangkat satu balak ini mencontohkan, tindakan preemtive seperti menyosialisasikan kepada masyarakat yang akan menggelar acara untuk memperhatikan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Kemudian, lanjutnya, tindakan preventive pada saat acara pihak kepolisian datang mengingatkan kembali untuk menjaga prokes dan keamanan.

Selanjutnya, tindakan represif akan dilakukan kepolisian jika masyarakat sudah melanggar aturan.

“Kalau diingatkan tidak mematuhi, maka pihak kami akan langsung membubarkan. Itu tindakan represif,” terangnya.

Ia menjuturkan, situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Sonder masih aman dan terkendali.

“Kasusnya tetap ada, tapi tidak ada kenaikan,” tuturnya.

Meski begitu, Kapolsek Sonder ini menyebut, dalam menjaga Kamtibmas pihaknya rutin berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan hukum tua.

Terlebih, tambahnya, mencari pokok permasalahan jika kasus yang terjadi supaya bisa diselesaikan dengan cepat.

“Di Sonder ini relative aman, walaupun memang masih ada tindakan kriminalitas seperti keributan dan perkelahian. Tapi kami selalu berupaya dapat menyelesaikannya secara kekeluargaan. Karena sehebat-hebatnya kami, tentunya yang paham karakteristik dan permasalahan masyarakat yaitu dari pala atau hukum tua desa tersebut,” tandas Syarif. (Kevin/mg-05)