Tega! Ayah di Minahasa Aniaya Anak Kandung Berusia 9 Tahun, Mulut dan Mata Korban Diolesi Cabai

oleh
Pelaku penganiayaan anak kandung saat diamankan polisi. (foto: istimewa)

MINAHASA – Seorang ayah di Tombariri Kabupaten Minahasa tega menganiaya anak sendiri hanya karena tidak diizinkan mandi di pantai.

DW bocah 9 Tahun asal Tombariri mengalami perlakuan tidak manusiawi oleh ayah kandungnya RW alias Rocky yang berujung dilaporkan ke polisi oleh masyarakat sekitar.

Kapolres Tomohon, AKBP Arian Primadanu Colibrito membenarkan kejadian tersebut.

“Tim Totosik merespon laporan masyarakat akan adanya tindak pidana kekerasan terhadap anak di salah satu rumah di Kecamatan Tombariri,” ujar Kapolres, Senin (10/1/2022).

Ia menjelaskan, berawal dari video yang diunggah warga yang menyaksikan kejadian, pihaknya langsung terjun ke lokasi. Mokupa Tombariri masuk dalam wilayah Kabupaten Minahasa, namun wilayah hukumnya masuk ke Polres Tomohon.

“Perbuatan pelaku sudah diluar batas dan walaupun sudah di tegur warga, tak diindahkan tersangka yang tetap menganiaya anaknya,” jelasnya.

Informasi yang dirangkum, DW terpaksa harus dirawat lantaran mata hingga mulut dari bocah yang masih duduk di bangku SD itu, diolesi cabe oleh RW (39) ayah kandungnya sendiri.

Sementara Katim Totosik Aipda Yanny Watung menjelaskan kronologi peristiwa nahas tersebut.

Dari hasil pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket), Yanny menerangkan, sekira pukul 09.00 Wita, korban meminta ijin kepada pelaku yang tidak lain adalah ayah korban, untuk mandi dipantai dekat rumah bersama-sama teman korban.

“Benerapa kali korban meminta ijin, namun permintaan korban tidak disetujui pelaku,” ungkap Watung menjelaskan keterangan saksi.

Akibat karena sakit hati tidak diijinkan mandi dipantai, korban sempat mengumpat dengan kata “bodok” kepada ayahnya.

“Pelaku yang emosi selanjutnya mengambil gantungan pakaian dan langsung memukul berulangkali bagian badan dan kaki korban, kemudian mendorong korban sampai jatuh ke tanah,” beber Yanny.

Terbawa emomi RW lantas mengambil sebilah pisau dan melempar ke arah korban namun tidak mengenai korban.

“Pelaku kemudian memerintahkan korban untuk berdiri dibawah sinar matahari sambil mengangkat kaki setengah,” ungkapnya.

Tidak sampai disitu saja, RW lalu mengambil beberapa buah cabe dari dapur selanjutnya meremas dan kemudian menarik rambut korban selanjutnya menggosokkan kebagian mulut korban.

“Pelaku kembali menggosokan cabe ke korban yang kemudian mengenai mata korban. Korban pada saat itu langsung menangis”, pungkas Katim Totosik.

Untuk diketahui Pelaku langsung diamankan Tim Totosik di Mapolres Tomohon dan kasus ini sedang dalam penyidikan lebih lanjut. (Deidy Wuisan)