BPS: Neraca Perdagangan Sulut pada Maret 2023 Surplus US$ 49,77 juta

oleh
Aktivitas bongkar muat. (FOTO: Istimewa)

MANADO – Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara (BPS Sulut) mencatat Neraca Perdagangan Sulut pada Maret 2023 (angka sementara) tercatat Surplus US$ 49,77 juta.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Sulut, Asim Saputra dalam berita resmi statistik yang dipublikasikan pada Senin (17/4/2023).

Dikatakannya, nilai ekspor nonmigas Sulawesi Utara pada Maret 2023 (angka sementara) sebesar US$ 67,85 juta sementara impornya senilai US$ 18,08 juta.

Asim menyebut, nilai ekspor nonmigas Sulut tersebut mengalami penurunan sebesar 23,83 persen dibandingkan Februari 2023 yang senilai US$ 89,08 juta (m-to-m).

“Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2022 (y-on-y), nilai ekspor Sulawesi Utara juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 52,01 persen,” paparnya.

Adapun komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Maret 2023 (angka sementara) masih didominasi lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), senilai US$ 33,27 juta atau 49,04 persen dari total ekspor. 

Sementara untuk nilai impor Sulut pada Maret 2023 (angka sementara) sebesar US$ 18,08 juta mengalami kenaikan sebesar 54,81 persen dibandingkan dengan bulan Februari 2023 (m-to-m). Bila dibandingkan dengan bulan Maret 2022 (y-on-y), mengalami penurunan sebesar 6,76 persen.

“Sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27), senilai US$ 15,17 juta atau 83,92 persen dari total impor,” kata Asim.

Sementara jika dilihat dari Negara tujuan ekspor terbesar Sulawesi Utara pada Maret 2023 adalah Amerika Serikat sebesar US$ 13,90 juta atau 20,49 persen dari total ekspor.

“Sedangkan Malaysia menjadi negara asal impor terbesar pada bulan Maret 2023 yang mencapai US$ 15,35 juta atau sebesar 84,90 persen dari total impor,” ungkapnya. (Fernando Rumetor)