MANADO – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara penamatan siswa-siswi SMP Negeri 8 Manado, Kamis (4/6/2026). Meski digelar sederhana, acara yang digarap apik itu berlangsung sangat berkesan.
Acara dibuka dengan parade 360 siswa yang diiringi marching band kebanggaan sekolah sepanjang sekitar 500 meter menuju gerbang sekolah di Jalan Sea Malalayang Satu Barat, Kecamatan Malalayang, Manado.
Wali Kota Manado Andrei Angouw dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Grace Sondakh S.Pd M.Pd, menyampaikan bahwa pendidikan adalah jalan penyadaran untuk membukakan pengetahuan, melatih kemandirian dan membentuk kepribadian.
“Selamat kepada adik-adik kelas IX yang telah menamatkan belajarnya di SMP Negeri 8 Manado. Saya juga memberikan apresiasi kepada Kepala Sekolah dan jajarannya yang telah sukses mengantar anak-anak didiknya menuntaskan masa belajarnya di SMP,” kata Wali Kota Andrei Angouw.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar rajin belajar dan menulis. “Menulis adalah latihan yang baik untuk membangun kemampuan bernalar, kelak kemampuan ini akan berguna bagi adik-adik,” pesannya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Peter K. B. Assa, ST., M.Sc., Ph.D, turut menyampaikan ucapan selamat dan motivasi melalui tayangan video khusus.
Ia mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan potensi diri dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Saya berharap kalian dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, apakah ke SMA, SMK, maupun jalur pendidikan lainnya sesuai minat dan bakat dan cita-cita masing-masing. Persiapkan diri sebaik-baiknya, karena masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki pengetahuan, keterampilan, integritas, dan semangat belajar sepanjang hayat,” ujarnya.
Kadis Assa juga mengingatkan agar para siswa tidak pernah meninggalkan nilai-nilai moral dan spiritual.
“Karakter yang kuat dan hati yang takut akan Tuhan merupakan fondasi yang utama dalam meraih kesuksesan yang sejati,” tegasnya.
Ketua Panitia Jeane Rondonuwu S.Sos, M.Th dalam laporannya menyebutkan sebanyak 360 siswa kelas IX tahun pelajaran 2025/2026 dinyatakan lulus, terdiri dari 179 perempuan dan 181 laki-laki.
Jeane yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Utara menyoroti dilema yang kerap dihadapi sekolah dalam pelaksanaan penamatan.
Dirinya menyebut regulasi yang tidak tegas kerap membuat sekolah bergerak dalam ketidakpastian.
“Namun hari ini, oleh karena kemurahan Tuhan, SMP Negeri 8 Manado memberikan solusi praktis atas dilema tersebut. Solusinya bukan dengan melarang atau meniadakan hak bahagia anak-anak kita, tetapi bagaimana kita mengelola sumber daya keluarga besar ini,” ucapnya.
“Orang tua, Komite Sekolah dan pihak SMP Negeri 8 Manado telah membuktikan bahwa di tengah regulasi yang abu-abu, komunikasi yang sehat dan jernih, kerja tanpa pamrih adalah kuncinya,” kata Jeane, yang mengakhiri laporannya dengan pantun motivasi dan disambut meriah hadirin.
Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Manado, Tineke Timpaulu S.Pd, mengapresiasi seluruh orang tua dan wali siswa kelas IX yang telah bergotong royong secara sukarela demi mewujudkan acara penamatan ini.
“Bersyukur pada Tuhan, acara penamatan ini berhasil dilaksanakan dengan sukses, sederhana namun sangat berkesan,” kata Kepsek Tineke.
Prosesi penamatan sendiri berlangsung penuh haru. Secara bergilir per dua kelas, para siswa memasangkan bunga dada kepada orang tua, lalu menuju panggung untuk pengalungan selendang penamatan serta jabat tangan dengan Kepala Sekolah dan jajaran wakil kepala sekolah.
Sekretaris Panitia Charensia Repi S.Si menjelaskan, keterbatasan aula yang hanya mampu menampung 400 orang menjadi tantangan tersendiri.
“Puji Tuhan, orang tua dan siswa bisa memahami kondisi yang ada dan acara penamatan SMP Negeri 8 Manado berakhir dengan sukses,” pungkasnya. (nando/*)


Tinggalkan Balasan