SURABAYA – Melalui rangkaian kegiatan capacity building di Jawa Timur, TP2DD se-Sulawesi Utara resmi memperkuat komitmen untuk meningkatkan performa digitalisasi transaksi daerah.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Fokus utama dari pelatihan ini adalah penguatan kualitas laporan, strategi peningkatan kinerja TP2DD, serta penyusunan program unggulan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian fiskal daerah dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulawesi Utara.
Sebagai tindak lanjut nyata, TP2DD se-Sulawesi Utara akan segera melakukan finalisasi laporan monitoring, program unggulan, serta pemantauan kinerja Bank RKUD.
Seluruh peserta kini menargetkan kenaikan peringkat dan penambahan prestasi pada ajang Championship TP2DD 2026 mendatang.
Ircham Andrianto Taufick, selaku Kepala Tim SP PUR BI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, menekankan pentingnya evaluasi melalui kegiatan ini.
”Masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama terkait tindak lanjut diagnostic tools, penyusunan program unggulan, serta optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Studi ini menjadi momentum untuk mempercepat perbaikan tersebut,” tegasnya.
Melalui perluasan kanal pembayaran dan efisiensi belanja daerah, transformasi digital ini diharapkan menciptakan tata kelola keuangan yang lebih transparan dan akuntabel di Bumi Nyiur Melambai. (nando/*)


Tinggalkan Balasan