MANADO – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus menunjukkan tren positif.

Pada 2026, IPM Sulut tercatat mencapai 76,99 atau meningkat 0,67 poin dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 76,32.

Peningkatan tersebut setara dengan pertumbuhan sebesar 0,88 persen. Capaian ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas pembangunan manusia di Bumi Nyiur Melambai, baik dari dimensi kesehatan, pendidikan maupun standar hidup layak.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara, Watekhi, mengungkapkan perkembangan IPM tersebut dalam pemaparan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis di Kantor BPS Sulut, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, peningkatan IPM Sulut pada 2026 didorong oleh perbaikan seluruh indikator pembentuknya.

“Dari dimensi kesehatan, umur harapan hidup saat lahir meningkat menjadi 74,66 tahun, bertambah 0,22 tahun dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya.

Sementara dari dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah mencapai 13,03 tahun atau meningkat 0,05 tahun. Adapun rata-rata lama sekolah naik 0,09 tahun menjadi 10 tahun.

Perbaikan juga terlihat pada dimensi standar hidup layak. Pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan meningkat Rp509 ribu menjadi Rp12,959 juta.

“Peningkatan IPM tahun 2026 didorong oleh peningkatan pada semua indikator pembentuk,” kata Watekhi.

Watekhi menjelaskan, perkembangan IPM Sulut dalam lima tahun terakhir juga memperlihatkan tren peningkatan yang konsisten. Sepanjang periode 2022–2026, IPM Sulut rata-rata tumbuh sebesar 0,79 persen per tahun.

Pada 2022, IPM Sulut masih berada di angka 74,52. Kemudian meningkat menjadi 75,04 pada 2023, naik lagi menjadi 75,68 pada 2024, dan mencapai 76,32 pada 2025 sebelum menyentuh 76,99 pada 2026.