Dugaan Korupsi Alat Laboratorium Universitas Sam Ratulangi Dilaporkan ke KPK RI

oleh -
Aksi demo GAK Sulut di Gedung KPK RI. (Istimewa)
Aksi demo GAK Sulut di Gedung KPK RI. (Istimewa)


MANADO-
Dugaan korupsi lewat pengadaan kelengkapan alat laboratorium di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Univeristas Sam Ratulangi Manado dengan kerugian Negara diduga mencapai Rp4.700.000.000 dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI), Jumat (18/5/2018). Pun, Gerakan Anti Korupsi (GAK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan aksi demo di depan Gedung Merah Putih.

Koordinator aksi demo Iknatius Djojoba mengatakan, setelah sempat ditangani pihak kepolisian dugaan kasus korupsi yang tersinyalir di Universitas Sam Ratulangi Manado yang belum memenuhi kejelasannya. Maka Gerakan Anti Korupsi (GAK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaporkan kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI).

“Kerugian Negara yang diprediksikan mencapai Rp4.700.000.000 dari total biaya Rp13.775.529.293 pada tahun 2014,” ujar dia, kepada SINDOMANADO.COM, Sabtu (19/5/2018).

Menurut dia, terkait laporan dimana Universitas Sam Ratulangi Manado lewat pengadaan kelengkapan alat laboratorium di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang proyeksinya seharusnya barang laboratorium berasal dari Eropa tapi ditemukan barang laboratorium tersebut berasal dari China.

“Setelah ditelusuri lebih lanjut pelaksanaan dari tender tersebut yakni PT. Naura Permata Nusantara yang berada di Jalan Balai Pustaka Timur Blok J No. 225, blok E lantai Empat RT 004/RW 001 adalah fiktif,” terang dia.

Lanjut dia, GAK Sulut menyerahkan bukti tambahan yang bisa melengkapi proses hukum dalam penanganan tindak pidana korupsi ke Gedung Merah Putih KPK RI. Pun kami memberikan tuntutan supaya KPK mengambil alih proses penanganan dugaan korupsi tersebut yang sampai saat ini belum ada kejelasan.

“Dugaan korupsi yang terjadi di Universitas Sam Ratulangi Manado diduga dilakukan oleh para intelegtual dader sehingga proyek pengadaan barang laboratorium tersebut hanya pihak tersebut yang mempunyai wewenang dan mempu melawan perbuatan melawan hukum itu,” pungkas dia. (valentino warouw/get)