Ini Kata Pengamat Soal Pernyataan JS Urung ke Pilwako Manado

oleh -
Jemes Sumendap dan Taufik Tumbelaka. (Foto: Istimewa)

RATAHAN– Keputusan mengejutkan James Semendap yang secara tegas menyatakan tidak lagi berminat maju sebagai calon Wali Kota Manado 2020 nanti, ditanggapi beragam oleh sejumlah kalangan.

Pengamat politik Taufik Tumbelaka mengungkapkan, bahasa politik tidak bisa diterjemahkan sederhana. Taufik melihat situasi ini lebih kepada kematangan Sumendap sebagai politisi  dalam melakukan manajemen isu.

“Dari pernyataan tersebut akan melahirkan feedback soal bagaimana  positif atau negatif dukungan terhadap dirinya. Bagaimana respons para elite politik, bagaimana sikap para petinggi partai, hingga bagaimana respons para konstituen,” ujar Taufik, Rabu (31/10).

Pernyataan Sumendap dinilai belum bisa diartikan sebagai keputusan final seorang politisi. Melainkan sebuah desain awal untuk melihat peluang peluang ke depan.

“Dilihat dari dukungan infrastruktur politik memadai. Jadi terlalu dini untuk menyimpulkan seorang politis sekelas Sumendap mundur sebelum bertanding,” kata Taufik.

Lebih dari pada itu, kata dia, dalam beberapa waktu terakhir figur seorang Sumendap telah banyak mempengaruhi konstalasi menjelang Pilkada Kota Manado. Sumendap dinilai punya karakter yang menarik, dan fenomenal yang mulai ramai dibicarakan, padahal Pilwako baru akan digelar 2020 nanti.

“Nah ini sisi positifnya. Geliat Pilwako jadi ramai dengan munculnya nama James Sumendap,” ujar Taufik

Dia menambahkan akan ada konsekuensi negatif , ketika dia nantinya maju bertarung di Manado. Sebab akan muncul penafsiran negatif di kalangan masyarakat Mitra. Hanya saja penafsiran negatif itu akan hilang ketika JS tetap konsisten membangun Mitra di dua tahun ke depan sebelum nantinya turun bertarung di Kota Manado 2020.

“Politik itu dinamis. Tidak hanya mempertimbangkan atau mengkalkulasi dari dua sisi hitam dan putih saja. Kita akan lihat sebab masih ada dua tahun lagi” pungkas Taufik. (marvel pandaleke/cr)