Menurutnya, kegiatan ini secara khusus menghadirkan berbagai pihak mulai dari pelaku usaha, perbankan, maskapai dan agen penerbangan hingga stakeholder terkait yang ada di Sulut guna mendorong pemberdayaan ekonomi.
“Pelaku UMKM unggulan yang ada baik binaan dari Bank Indonesia maupun binaan SKPD terkait yang akan mempromosikan produk-produk premium khas Sulut, Kemudian juga Dinas Pariwisata Kabupaten dan Kota untuk mempromosikan pariwisata unggulan di Sulut,” tambahnya.
Mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambay, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekprov Sulut Ruddy Mokoginta mengapresiasi segala pihak yang telah bersinergi dalam menyelenggarakan kegiatan Sulut Fest 2018.
“Kegiatan yang dilaksanakan ini saya nilai sangat tepat dalam memperkenalkan produk-produk unggulan di Bumi Nyiur Melambai, baik produk tradisional maupun modern,” jelasnya
Dia menyebutkan, pengembangan UMKM berbasis digital akan mendukung ekonomi pariwisata yang sedang digalakkan pemerintah. Apalagi melihat kunjungan wisatawan mancanegara asal China, pasti akan memerlukan produk UMKM untuk dijadikan oleh-oleh.
“Sulut sedang dibanjiri wisatawan dari China, ini kita harus manfaatkan supaya turis ini membeli produk UMKM baik kerajinan tangan, kuliner dan produk lainnya,” tuturnya.
Selain kunjungan wisatawan China, letak geografis yang strategis di bibir Asia Pasifik dapat membuat produk UMKM di ekspor ke berbagai negara. Karena itu dia berharap, produk UMKM harus dibuat sebaik mungkin agar dapat bersaing dengan daerah lainnya.
“Kualitas dan kuantitas harus diperhatikan, supaya produk UMKM dilirik pembeli,” paparnya.
Dalam implementasinya hingga saat ini kata dia, Pemprov terus mengembangkan dan mendorong perkembangan sektor pariwisata, UMKM, juga perdagangan.
Sulut Fest 2018 ini diharapkan jadi ajang yang tepat bagi promosi produk unggulan dan industri unggulan daerah, peluang investasi, serta objek wisata unggulan dalam upaya Sulut menjadi salah satu destinasi unggulan pariwisata di Indonesia. (fernando rumetor/mg)


Tinggalkan Balasan