Bahas Ketahanan Pangan, Sekdaprov Ikut Rapat Virtual dengan Mendagri

oleh -
Sekdaprov Edwin Silangen bersama stakeholder terkait saat melakukan rapat online secara virtual bersama Mendagri Tito Karnavian di Kantor Gubernur Sulut. (Ist)

MANADO – Sekdaprov Sulut Edwin Silangen bersama bupati dan wali kota seluruh Indonesia mengikuti rapat via online secara virtual yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Rapat tersebut membahas sejumlah hal terkati ketahanan pangan daerah di tengah pandemi Korona.

Rapat virtual juga diikuti Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri KKP, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri BUMN. Rapat virtual dari Kantor Gubernur Sulut ikut juga dihadiri Kepala BKPM, Ketua Apindo, Ketua Kadin dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut.

Pada kesempatan itu, Mendagri Tito Karnavian menekankan kepada seluruh jajaran Pemda se-Indonesia untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus stabilitas ekonomi selama pandemi covid-19.

“Kita utamakan kesehatan publik, juga menjaga agar ekonomi tidak jatuh terlalu dalam, sehingga punya ketahanan yang cukup untuk di masa selanjutnya,” kata Tito, Selasa (7/4/2020).

Selain itu, dia menilai perlu adanya koneksi kebijakan nasional antara pusat dan daerah. Diharapkan, daerah mengambil peran masing-masing dalam mengantisipasi masalah kesehatan dan ekonomi ini.

“Termasuk menjaga sarana dan prasarana kesehatan, menambah kapasitas fasilitas kesehatan, antisipasi pelonjakan harga dan lain-lain. Dan yang paling penting adalah kesiapan pangan,” pungkasnya.

Terkait ketersediaan pangan, diketahui pada rapat virtual sebelumnya yang juga digelar Kemendagri pekan lalu, Sekdaprov Silangen menjelaskan upaya Pemprov Sulut memperhatikan dampak sosial ekonomi dari covid 19 dengan menjaga ketersediaan stok pangan.

“Bahan pokok masyarakat ini harus dapat tercukupi, kita punya ketahanan pangan bahan pokok ini khususnya beras yang menjadi konsumsi masyarakat di Sulut ini dilaporkan 3 bulan untuk ketahanan bahan pokok beras, sudah bekerjasama dengan pihak Bulog agar dapat melakukan operasi pasar jika terjadi kekurangan stok di pasar,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pangan Daerah (DPD) Sulut, Sandra Moniaga mengatakan, stok pangan Sulut masih aman selama beberapa bulan ke depan. Meski begitu, Sandara mengaku, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Bulog dan juga instansi terkait.

“Kalau stok pangan kita hingga beberaa bulan kedepan masih aman. Masyarakat diimbau tidak melakukan aksi borong sembako, karena memang stoknya masih tercukupi untuk semua,” tandasnya. (rivco tololiu)