MANADO – Guru Sejarah SMA Negeri 9 Binsus Manado, Steven Wilfred Kamuh, S.Pd., Gr., terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter dan prestasi peserta didik. Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan kreatif, ia tidak hanya mengajarkan sejarah, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan pentingnya menghargai proses.

Steven Wilfred Kamuh lahir di Manado pada 22 Januari 1990. Ia merupakan putra dari pasangan Johannis Frederik Kamuh (alm.) dan Adeleida Sophia Kalalo (alm.). Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai tanggung jawab, pelayanan, dan pendidikan.

Perjalanan pendidikan Steven dimulai di TK St. Bernadeth Karombasan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SD Katolik St. Tarsisius Karombasan, SMP Katolik Hati Kudus Manado, dan SMA Kristen 1 Tomohon. Ketertarikannya pada dunia pendidikan dan sejarah mendorongnya melanjutkan studi di Universitas Negeri Manado hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan Sejarah.

Kariernya sebagai pendidik dimulai pada tahun 2009 saat bergabung sebagai pengajar di Pusat Pengembangan Anak. Dalam peran tersebut, Steven mengajar berdasarkan kurikulum Compassion dan nilai-nilai Alkitab. Ia juga menyusun perangkat pembelajaran serta membimbing berbagai kegiatan pengembangan karakter anak.

Pada tahun 2015, Steven Wilfred Kamuh mulai mengabdi sebagai guru honorer di SMA Negeri 9 Manado. Selama tujuh tahun, ia aktif mengajar, mengelola administrasi pembelajaran, dan mendampingi siswa di berbagai tingkat kelas.

Dedikasi tersebut akhirnya membawanya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2023. Saat ini, ia mengajar mata pelajaran Sejarah untuk kelas XI dan XII di SMA Negeri 9 Binsus Manado serta menjalankan tugas sebagai wali kelas.

Sebagai guru sejarah, Steven selalu berupaya menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Ia memanfaatkan berbagai media pembelajaran interaktif agar siswa lebih mudah memahami materi. Selain itu, ia membangun komunikasi yang baik dengan orang tua guna mendukung perkembangan akademik dan karakter peserta didik.

Keaktifannya tidak hanya terlihat di lingkungan sekolah. Steven juga terlibat dalam berbagai organisasi pendidikan dan pelayanan gereja. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris dan Bendahara Komisi Pelayanan Anak GMIM Sarongsong Tumatangtang Wilayah Tomohon III serta menjadi anggota Komisi Pelayanan Anak dan Komisi Pelayanan Remaja.

Dalam organisasi profesi, Steven saat ini dipercaya sebagai Ketua MGMP Sejarah SMA Negeri 9 Manado dan Bendahara MGMP Sejarah Provinsi Sulawesi Utara. Posisi tersebut menunjukkan kepercayaan rekan sejawat terhadap kapasitas dan dedikasinya dalam pengembangan pendidikan sejarah.

Menurut Steven, keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh nilai yang tercantum dalam rapor. Ia selalu mengingatkan peserta didiknya agar menghargai setiap proses yang mereka jalani selama menempuh pendidikan.

“Hargai prosesnya, bukan hanya hasilnya. Terkadang kita terlalu fokus pada nilai akhir atau peringkat hingga melupakan proses panjang yang sudah dilalui. Padahal karakter, kedisiplinan, dan ketekunan dibentuk justru pada proses tersebut,” kata Steven.

Ia menilai kebiasaan sederhana seperti belajar dengan tekun, mengerjakan tugas tepat waktu, dan berani menghadapi tantangan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter seorang pemenang.

Melalui pengabdian, keteladanan, dan semangat melayani, Steven Wilfred Kamuh terus berupaya menjadi guru inspiratif di SMA Negeri 9 Binsus Manado. Baginya, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi masa depan.