Selang Januari hingga Awal Agustus 2020, Perceraian di Bolsel Sudah 95 Kasus, Didominasi Gugatan dari Istri

oleh -
(ILUSTRASI: Istimewa)

BOLSEL – Selang Januari sampai dengan Agutus 2020 ini, tercatat angka perceraian di Bolsel meningkat. Dari data yang ada, selang hampir delapan bulan terakhir, Pengadilan Agama (PA) Bolsel menerima sekiar 95 kasus perceraian.

Hal itu disampaikan Kepala PA Kabupaten Bolsel melalui, staf kepaniteraan Pegadilan Agama Bolsel, Agung Dwi Cahya Laksana. Dituturkannya, dari semua aduan yang masuk ke pihaknya, didominasi gugatan dikarenakan minuman keras (Miras) yang berujung tergangunya keharmonisan ditengah keluarga. “Dari semua aduan hampir semua kasus perceraian diakibatkan miras yang berdampak pada kerukunan rumah tangga dan perekonomian keluarga,” kata Agung, Kamis (13/8/2020).

Dituturkannya lagi, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, PA Bolsel menangani sekira 130-an kasus cerai gugat, sejak awal tahun hingga akhir 2019. “Nah, untuk tahun ini baru masuk Agustus sudah ada 95 kasus perceraian yang ditangani. Kemungkinan masih akan meningkat hingga akhir tahun nanti,”  kata dia.

Menurut dia, kasus perceraian ini paling banyak cerai gugat. “Artinya, perempuan (istri) yang mengajukan cerai sekira 65% dan sisanya talak atau pihak laki-laki (suami),” ungkapnya. Senada, Kepala PA Bolaang Uki, Nadimin. Dia menuturkan, apabila ada perkara perceraian masuk pihaknya berupaya berikan masukan dan nasihat. “Maksudnya, agar pasangan suami-istri yang mengajukan perceraian bisa rujuk,” harapnya.

Memang minuman beralkohol, jelas dia, sangat berpengaruh besar dalam hubungan rumah tangga ini. “Dominan gara-gara itu (Minuman beralkohok) sampai keharmonisan keluarga hilang,” tandasnya. (Irfani Alhabsyi)