PLN UP2B Minahasa dan GenPI Sulut Kolaborasi Tanam 3.000 Mangrove di Desa Tiwoho

oleh
Penanaman bibit mangrove digelar di Area Balai Taman Nasional Bunaken, di sekitar pesisir pantai Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (22/6/2024). (FOTO: istimewa)

MINUT – Pemanasan global atau yang lebih dikenal dengan ‘global warming’, masih menjadi salah satu isu paling penting di semua negara hingga saat ini.

Apabila ini terus dibiarkan sampai berlarut-larut tanpa adanya solusi, bukan tidak mungkin akan mengancam ekosistem kehidupan semua makhluk hidup di bumi.

Untuk itu, sebagai bagian dari upaya dan tanggungjawab untuk mengurangi  pemanasan global yang terus berlanjut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Minahasa, berkolaborasi dengan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Sulawesi Utara, menggelar penanaman 3.000 bibit pohon mangrove.

Penanaman bibit mangrove tersebut digelar di Area Balai Taman Nasional Bunaken, di sekitar pesisir pantai Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (22/6/2024).

Dalam sambutannya, General Manager PT PLN (Persero) UIP3B Sulawesi, Jarot Setyawan mengatakan, sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran seluruh undangan dalam acara tersebut.

“PLN saat ini sedikit bergeser memperluas konsentrasinya. Mungkin kalau dulu PLN lebih banyak dikenal sebagai penyedia listrik ke konsumen yang harusnya sudah berkualitas, dan semoga bisa memenuhi harapan pelanggan,” katanya.

Menurut Setyawan, saat ini dalam tuntutan era globalisasi dunia, seluruh negara sedang terfokus dan berkonsentrasi pada lingkungan. Pemanasan global dan suhu bumi yang perlahan-lahan naik, menjadi tanggungjawab bersama semua pihak.

“PLN, selain tugas utama dalam menyediakan listrik, kami sadar juga kami  berkontribusi dalam pemanasan global. Banyak pembangkit kami menghasilkan emisi karbon. Ini disemprot oleh pemerintah, dan perlahan-lahan kami geser ke pembangkit energi baru dan terbarukan,” ujarnya.

Setyawan menyebut sangat bersyukur di Sulawesi, termasuk Sulut ini, dari 100 persen energi terbarunya sudah sekitar 40 persen energinya yang dihasilkan dari energi baru dan terbarukan. Baik itu air, geotermal, pembangkit listrik tenaga surya dan angin.

“Nah, ini akan terus ditambah, sehingga berharap emisi karbon bisa kami turunkan. Ini dari usaha kami yang utama dalam menghasilkan listrik. Tapi, PLN dengan perusahaannya yang besar ada di seluruh Indonesia, dan pegawainya puluhan ribu, kami juga harus berkontribusi dalam tanggungjawab sosial dan lingkungan,” jelasnya.

Lanjut Setyawan, seluruh unit PLN termasuk UIP3B Sulawesi yang hari ini diwakili unit UP2B Minahasa, harus mengadakan program-program yang memperbaiki lingkungan. Salah satunya, kegiatan gerakan ‘Penanaman Pohon Mangrove’.

“Manfaat dari penanaman pohon ini, untuk melindungi pantai dari abrasi, tempat hidupnya biota laut, menyerap karbon, dan lainnya. Tapi luar biasanya, bagi saya yang selama ini melihat mangrove hanya sekedar pohon saja, tetapi bisa juga menghasilkan sesuatu yang produktif,” ungkapnya.

Setyawan pun mengakui, sangat penasaran tentang bagaimana caranya pohon mangrove yang bisa diolah menjadi kripik, teh, kopi dan sirup.

“Nah, ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Harapannya, apa yang kita lakukan dan inisiasi hari ini, tidak saja untuk memperbaiki lingkungan kita, tapi juga mampu menggerakkan meningkatkan potensi ekonomi dan UMKM yang ada di wilayah ini,” harapnya.

“Pada prinsipnya, PLN mendukung penuh kegiatan seperti ini, fokus pada lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” ucap Setyawan.

“Semoga dengan berbagai unit yang tersebar luas di berbagai daerah, akan bisa kita lakukan dengan konsisten dan berharap didukung oleh pemerintah dan instansi terkait, maka akan menghasilkan dampak yang baik juga bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” bebernya.