MINUT – Pemerintah Desa Wori bergerak cepat merespons keluhan warga soal rusaknya ruas jalan desa.

Dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Hukum Tua Desa Wori, Reflin Rumengan, aksi kerja bakti massal digelar pada Jumat (22/5/2026) dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan masyarakat setempat untuk menambal puluhan titik jalan berlubang.

Kegiatan ini menargetkan jalur penghubung antara Desa Wori dan Desa Kimabajo — ruas yang selama ini menjadi tumpuan mobilitas warga, termasuk akses vital menuju fasilitas kesehatan dan jalur evakuasi medis.

Inisiatif gotong royong ini bermula dari aspirasi warga yang resah melihat kondisi jalan yang terus memburuk.

Reflin pun tak menunggu lama untuk mengubah suara masyarakat itu menjadi tindakan nyata.

“Ini sebetulnya gagasan dari Bapak Frans dan teman-teman masyarakat. Sebagai pemerintah desa, kami langsung menindaklanjutinya,” ucapnya.

“Hingga minggu ketiga berjalan ini, sudah ada sekitar 20 lebih lubang jalan rusak yang berhasil kita tutup,” ujar Reflin saat ditemui di lokasi kegiatan.

Tanpa Beban APBD, Modal dari Swadaya dan Dermawan
Yang menarik dari aksi ini, seluruh pembiayaan tidak bersumber dari anggaran resmi desa.

Reflin berhasil menghimpun dukungan material dari berbagai pihak — mulai dari Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara, hingga para dermawan yang tergerak atas nama kepedulian terhadap keselamatan warga.

“Bantuan berupa kerikil, pasir, hingga semen datang dari swadaya warga dan para dermawan, serta anggota DPRD Minut seperti Pak Tantale, Pak Didik, dan Pak Darwis. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Joune Ganda yang sudah banyak membantu kami,” ungkap Reflin.

Ia menegaskan, perbaikan ini tidak bisa ditunda mengingat fungsi strategis ruas tersebut bagi warga lintas desa.

“Jalan ini adalah jalur utama dari desa sebelah untuk menghubungkan ke Desa Wori dan sampai ke rumah sakit. Akses ini sangat penting sekali untuk masyarakat,” tegasnya.